ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Hasil imbang 2-2 melawan Dewa United tak membuat pelatih Bojan Hodak lega. Justru sebaliknya, pelatih asal Kroasia itu melontarkan kritik tajam kepada anak asuhnya di Persib Bandung, terutama terkait proses terciptanya dua gol lawan.
Bermain di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4/2026), Persib dipaksa bangkit dari ketertinggalan dua gol sebelum akhirnya menyelamatkan satu poin. Namun bagi Hodak, persoalan utama bukan pada hasil akhir, melainkan mental dan konsentrasi pemain saat bertahan.
Sorotan paling keras diarahkan pada gol pertama yang dinilai tidak pantas terjadi.
ADVERTISEMENT
Nobar Biru Jadi “Kandang Kedua” Persib, Bobotoh Siap Birukan Bandung Malam Ini
“Kami kebobolan gol yang seharusnya tidak terjadi. Gol pertama itu seperti anak-anak. Pemain kami berhenti bermain karena merasa bola sudah keluar,” tegas Hodak usai pertandingan.
Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Alex Martins Ferreira yang mencetak gol pembuka di menit ke-24. Momen tersebut menjadi gambaran jelas bagaimana lengahnya lini belakang Persib dalam membaca situasi.
Tak hanya itu, gol kedua yang dicetak Ricky Kambuaya pada menit ke-61 juga tak luput dari kritik. Hodak menyebutnya sebagai buah dari kesalahan individu yang seharusnya bisa dihindari.
“Gol kedua terjadi karena kesalahan individu. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi jika kami ingin berada di level atas,” lanjutnya.
Meski sempat bangkit lewat gol penalti Thom Haye menit ke-77 dan sundulan Andrew Jung menit ke-86, Hodak menegaskan bahwa timnya tak bisa terus bergantung pada mental comeback tanpa memperbaiki akar masalah.
Pesan Hodak jelas: Persib bukan hanya butuh daya juang, tetapi juga disiplin dan fokus penuh selama 90 menit. Tanpa itu, kesalahan-kesalahan elementer akan terus menjadi bumerang dalam perburuan gelar musim ini.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





