Pemain Persib Bandung Julio Cesar
KORANMANDALA.COM – Euforia kemenangan atas Semen Padang langsung ditekan. Bek tangguh Persib, Julio Cesar, memilih bersikap dingin di tengah peluang terbuka menuju gelar Super League 2025/26.
Maung Bandung memang baru saja mengamankan kemenangan penting 2-0. Namun bagi pemain asal Brasil itu, bicara soal juara saat kompetisi masih menyisakan delapan laga adalah langkah yang terlalu dini—bahkan berbahaya.
“Delapan pertandingan ini final semua. Tapi sekarang, kami fokus satu dulu. Step by step,” tegas Julio Cesar, tanpa basa-basi.
ADVERTISEMENT
DPRD Ingatkan Persiapan SPMB di Bandung, Jangan Sampai Tersandung Masalah Teknis
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di depan mata, lawan berat sudah menunggu. Persib akan menjamu Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 12 April 2026—laga yang diprediksi jadi ujian sesungguhnya konsistensi Maung Bandung.
Julio Cesar bahkan mengibaratkan duel kontra Bali United layaknya partai hidup-mati.
“Jangan lihat yang lain dulu. Hari Minggu itu final. Kami wajib ambil tiga poin,” katanya, penuh tekanan.
Di balik kepercayaan diri itu, ada satu hal yang jadi senjata utama Persib: lini belakang yang makin sulit ditembus.
Julio Cesar memuji kedisiplinan timnya dalam menjaga organisasi permainan. Ia menyebut soliditas di lini pertahanan bukan kerja satu-dua pemain, melainkan hasil kerja kolektif.
Nama-nama seperti Pato Matricardi, Federico Barba, Kakang Rudianto, hingga Eliano Reijnders disebutnya tampil disiplin menjaga area pertahanan. Belum lagi penampilan gemilang Teja Paku Alam di bawah mistar yang kerap jadi penyelamat di momen krusial.
“Pertahanan kami kuat karena semua pemain bekerja. Dari belakang sampai depan, semuanya terlibat,” ungkapnya.
Tak hanya bertahan, keseimbangan tim juga terasa dari lini tengah dan depan yang dinilai mampu menjaga ritme permainan sekaligus menekan lawan sejak awal.
Di tengah mulai munculnya optimisme bobotoh soal peluang juara, Julio Cesar justru mengirim sinyal peringatan keras: jangan terlena.
Baginya, satu kesalahan kecil saja bisa meruntuhkan semuanya.
Fokus, disiplin, dan konsistensi itulah kunci yang terus dipegang Persib jika ingin benar-benar mengangkat trofi di akhir musim. Dan semuanya, dimulai dari satu hal sederhana: menaklukkan Bali United, Minggu nanti.
KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…
KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…
KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…
KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…
KORAN MANDALA – Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…
KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…