ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, akhirnya buka suara terkait maraknya komentar negatif yang mengarah kepada pemain Timnas, khususnya di media sosial.
Dalam pernyataannya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis 26 Maret 2026, Klok menyoroti dampak serius dari perilaku tersebut terhadap kondisi mental pemain.
Klok mengaku sebenarnya sudah mengikuti perkembangan isu ini dalam beberapa pekan terakhir. Ia bahkan menyebut, jika dirinya berada di Timnas saat ini, bukan tidak mungkin dirinya juga akan menjadi sasaran kritik berlebihan hingga bullying.
ADVERTISEMENT
“Saya pikir saya sudah memberikan tanggapan dalam dua minggu terakhir ini. Kalau mungkin saya ada di sana juga mungkin akan dibully. Ada pemain lain, Yakob Sayuri juga dibully dan saya bingung,” ujar Klok kepada awak media.
Miro Petric Puas, Kebugaran Pemain Persib Tetap Stabil Setelah Jeda
Pemain naturalisasi ini dikenal jarang memberikan komentar di media sosial. Namun, situasi yang ia nilai semakin tidak sehat membuatnya merasa perlu untuk bersuara.
Salah satu pemicu utamanya adalah banyaknya komentar negatif yang juga menyasar rekan setimnya di Persib Bandung, Beckham Putra.
“Saya lihat ada postingan untuk satu foto dan biasanya saya tidak komentar apa pun di media apa pun. Tapi sekarang saya lihat banyak komentar soal Beckham juga, saya komentar,” tambahnya.
Lebih jauh, Klok mempertanyakan apa sebenarnya manfaat dari tindakan bullying terhadap pemain, terutama bagi generasi muda yang tengah berkembang dalam dunia sepak bola.
Memberikan Dampak Buruk Generasi Muda
Menurutnya, perilaku tersebut justru memberikan dampak buruk yang berkelanjutan bagi para pemain yang merasakan hal demikian.
“Untuk kita, untuk generasi berikutnya, untuk pemain muda, benefitnya apa dibully? Ini harus jadi pertanyaan, benefit apa?”
“Tidak ada manfaatnya membully pemain. Terutama untuk generasi berikutnya, anak-anak yang lebih muda,” tegasnya.
Berpengaruh Terhadap Performa
Ia juga mengingatkan bahwa tekanan dari publik dalam jumlah besar bisa berdampak langsung pada performa pemain di lapangan. Menurutnya, kondisi mental yang terganggu akan menyulitkan pemain untuk kembali ke performa terbaiknya.
“Ini adalah kesalahan besar dan masalah mental untuk kembali ke performa puncak ketika Anda mempunyai ratusan ribu, bahkan jutaan orang yang membully Anda,” ungkap Klok.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





