ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Menjelang pelaksanaan FIFA Series 2026, PSSI mengirimkan pesan kuat yang tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga nilai yang harus dijaga dalam sepak bola Indonesia. Federasi menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari segala bentuk diskriminasi.
Lewat pernyataan resminya di media sosial Instagram, PSSI mengingatkan bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang aman bagi semua pihak, baik pemain, ofisial, maupun suporter.
Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang mengarah pada bullying, rasisme, ujaran kebencian, hingga diskriminasi dalam bentuk apa pun.
ADVERTISEMENT
Persib Didorong Tampil Lebih Ganas, Adam Alis Bidik Asia Musim Depan dan Hattrick di Akhir Musim
“Tidak ada ruang untuk bullying, rasisme, ujaran kebencian dan diskriminasi di sepak bola kita,” tulis PSSI.
Seruan ini menjadi penting, apalagi Indonesia menjadi tuan rumah ajang FIFA Series tidak hanya membawa sorotan dari dalam negeri, tetapi juga perhatian internasional.
PSSI ingin memastikan bahwa citra sepak bola Indonesia mencerminkan nilai sportivitas dan saling menghormati.
“Sepak bola harus menjadi ruang yang aman, inklusif, menghormati tanpa pengecualian,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih dari sekedar imbauan, PSSI juga menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran terkait diskriminasi akan mendapatkan konsekuensi serius. Baik individu maupun kelompok yang terlibat dapat dikenai sanksi sesuai regulasi yang berlaku.
“Segala bentuk diskriminasi terhadap suatu negara, perorangan, kelompok ras, warna kulit, etnis, jenis kelamin, bahasa, agama, perbedaan pendapat dan alasan lainnya adalah dilarang dan dapat diberikan hukuman atau tindakan disiplin lainnya,” tegasnya.
Melalui pesan ini, PSSI juga mengajak seluruh elemen sepak bola nasional untuk ikut berperan aktif menjaga suasana yang sehat dan inklusif. Mulai dari pemain di lapangan hingga suporter di tribun, semua memiliki tanggung jawab yang sama.
“Mari jaga sepak bola Indonesia dari diskriminasi,” tutup pernyataan tersebut.
FIFA Series 2026 diharapkan bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan tim, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia mampu tumbuh menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan rasa hormat.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





