KORANMANDALA.COM – Carabao Cup (Piala Liga Inggris) sering kali dipandang sebelah mata di awal musim, namun ketika trofi sudah di depan mata di Wembley, gengsinya berubah drastis. Menjelang final akbar Arsenal vs Manchester City malam ini, sejarah mencatat pergeseran kekuatan yang luar biasa. Jika di awal milenium kompetisi ini sering memunculkan “juara kejutan”, dalam satu dekade terakhir Carabao Cup seolah menjadi “milik pribadi” raksasa Manchester Biru.
Berikut adalah rekam jejak penguasa Wembley dalam seperempat abad terakhir.
| Musim | Juara | Skor | Runner-Up |
| 2000/01 | Liverpool | 1-1 (P) | Birmingham City |
| 2001/02 | Blackburn Rovers | 2-1 | Tottenham Hotspur |
| 2002/03 | Liverpool | 2-0 | Manchester United |
| 2003/04 | Middlesbrough | 2-1 | Bolton Wanderers |
| 2004/05 | Chelsea | 3-2 (AET) | Liverpool |
| 2005/06 | Manchester United | 4-0 | Wigan Athletic |
| 2006/07 | Chelsea | 2-1 | Arsenal |
| 2007/08 | Tottenham Hotspur | 2-1 (AET) | Chelsea |
| 2008/09 | Manchester United | 0-0 (P) | Tottenham Hotspur |
| 2009/10 | Manchester United | 2-1 | Aston Villa |
| 2010/11 | Birmingham City | 2-1 | Arsenal |
| 2011/12 | Liverpool | 2-2 (P) | Cardiff City |
| 2012/13 | Swansea City | 5-0 | Bradford City |
| 2013/14 | Manchester City | 3-1 | Sunderland |
| 2014/15 | Chelsea | 2-0 | Tottenham Hotspur |
| 2015/16 | Manchester City | 1-1 (P) | Liverpool |
| 2016/17 | Manchester United | 3-2 | Southampton |
| 2017/18 | Manchester City | 3-0 | Arsenal |
| 2018/19 | Manchester City | 0-0 (P) | Chelsea |
| 2019/20 | Manchester City | 2-1 | Aston Villa |
| 2020/21 | Manchester City | 1-0 | Tottenham Hotspur |
| 2021/22 | Liverpool | 0-0 (P) | Chelsea |
| 2022/23 | Manchester United | 2-0 | Newcastle United |
| 2023/24 | Liverpool | 1-0 (AET) | Chelsea |
| 2024/25 | Manchester City | 2-0 | Liverpool |
PREDIKSI FINAL CARABAO CUP: Pertempuran Taktik Mental di Wembley, Arsenal vs Manchester City
Analisis Dominasi: Dinasti Manchester City vs Penantian Arsenal
1. Catatan Total Manchester City
Dalam 25 tahun terakhir, Manchester City adalah rajanya. Mereka telah memenangkan trofi ini sebanyak 7 kali (2014, 2016, 2018, 2019, 2020, 2021, 2025). Kedalaman skuad yang luar biasa di bawah Pep Guardiola membuat City mampu tampil konsisten meski melakukan rotasi pemain di babak-babak awal. Bagi Pep, trofi ini sering kali menjadi “pembuka keran” kesuksesan di akhir musim.
2. Tantangan Final Arsenal
Arsenal memiliki hubungan yang sangat “pahit” dengan kompetisi ini. Dalam 25 tahun terakhir, The Gunners tercatat masuk ke final sebanyak 3 kali (2007, 2011, 2018), namun ironisnya mereka selalu kalah di partai puncak tersebut.
Terakhir kali Arsenal mengangkat trofi Piala Liga adalah pada tahun 1993. Inilah alasan mengapa laga malam ini bukan sekadar pertandingan, melainkan misi menghapus trauma 33 tahun bagi publik London Utara.
3. Liverpool & Manchester United: Sang Pesaing Abadi
Meskipun City mendominasi dekade terakhir, Liverpool tetap memegang rekor sebagai tim dengan koleksi gelar Piala Liga terbanyak sepanjang sejarah (10 gelar). Sementara Manchester United tetap kompetitif dengan meraih 5 trofi dalam rentang waktu 25 tahun ini.
Mengapa Daftar Ini Penting Jelang Final Malam Ini?
Statistik ini menunjukkan perbedaan kontras: Manchester City tahu persis cara memenangkan final di Wembley, sementara Arsenal asuhan Mikel Arteta sedang berjuang melawan sejarah buruk klubnya di ajang ini. Jika Arteta berhasil menang malam ini, ia bukan hanya mengalahkan gurunya, tapi juga menghapus kutukan yang sudah berlangsung lebih dari tiga dekade.
