KORANMANDALA.COM –Pencoretan 17 pemain dari skuad akhir Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, bukan sekedar daftar nama yang gugur. Lebih dari itu, situasi ini menggambarkan satu hal penting, yakni persaingan di tubuh tim Garuda kini semakin kompetitif.
Dalam daftar pemain yang tersisih, terdapat sejumlah nama yang selama ini cukup familiar menghiasi skuad.
Sebut saja Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri yang kerap menjadi pilihan di lini serang, hingga gelandang berpengalaman seperti Marc Klok dan Stefano Lilipaly.
Tak hanya itu, beberapa pemain muda potensial seperti Arkhan Fikri dan Hokky Caraka juga harus menerima kenyataan belum masuk dalam rencana akhir tim.
Hal ini menegaskan bahwa usia muda bukan jaminan, dan pengalaman pun tak selalu menjadi tiket aman.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemilihan pemain kini semakin mengerucut pada kebutuhan taktik dan performa terkini.
Artinya, keputusan pelatih lebih mengarah pada keseimbangan tim secara keseluruhan, bukan sekadar nama besar atau popularitas.
Di sisi lain, pencoretan ini juga bisa menjadi sinyal adanya regenerasi yang terus berjalan. Sejumlah pemain baru atau yang sedang naik daun tampaknya mulai mendapat kepercayaan lebih, sehingga kompetisi di setiap posisi menjadi semakin terbuka.
Meski demikian, peluang bagi para pemain yang tersisih belum sepenuhnya tertutup karena dinamika performa pemain, kesempatan untuk kembali ke skuad tetap terbuka lebar.
Berikut daftar 17 pemain yang tidak masuk dalam skuad akhir:
- Ernando Ari
- Fajar Fathurrahman
- Muhammad Ferarri
- Yance Sayuri
- Marc Klok
- Ricky Kambuaya
- Witan Sulaeman
- Egy Maulana Vikri
- Tim Geypens
- Ezra Walian
- Arkhan Fikri
- Miliano Jonathans
- Victor Dethan
- Adrian Wibowo
- Hokky Caraka
- Jens Raven
- Stefano Lilipaly.***
