ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pertandingan lanjutan BRI Liga 1 antara Persib vs Persita Tangerang kembali menegaskan satu fenomena klasik yang kerap dialami Maung Bandung: siapa pun lawannya, selalu tampil seperti tim besar.
Sorotan itu disampaikan mantan pemain Persib era 90-an, Sujana, saat menganalisis jalannya pertandingan. Menurutnya, ada motivasi berlipat dari setiap tim yang menghadapi Persib.
“Kalau dilihat, siapapun lawan Persib bisa jadi bagus. Seakan-akan mereka punya motivasi lebih,” ujar Sujana.
ADVERTISEMENT
Persaingan Makin Panas! Persib dan Persija Saling Sikut di Puncak Klasemen BRI Super League
Sebagai klub besar dengan sejarah panjang dan basis suporter yang masif, Persib memang kerap menjadi target utama lawan. Menghadapi Maung Bandung bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga soal gengsi dan pembuktian. Situasi ini menuntut mentalitas yang lebih kuat dari para pemain Persib agar tidak terpancing ritme permainan lawan.
Di sisi lain, Sujana menyoroti persoalan yang belum juga tuntas: penyelesaian akhir. Meski secara permainan dan komposisi pemain Persib dinilai lebih unggul, efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah.
“Masalah finishing harus jadi evaluasi,” tegasnya.
Menurutnya, kemenangan atas Persita menjadi bukti bahwa kualitas skuad Persib sebenarnya berada di atas lawan. Namun, tanpa konsentrasi penuh dan ketajaman dalam memaksimalkan peluang, dominasi permainan bisa menjadi sia-sia.
“Secara komposisi pemain, Persib lebih bagus. Tinggal lebih konsentrasi saja,” tambahnya.
Dengan tersingkirnya Persib dari AFC Champions League Two, kini fokus sepenuhnya tertuju ke kompetisi domestik. Tidak ada lagi distraksi laga Asia, sehingga konsentrasi tim bisa diarahkan sepenuhnya untuk menjaga konsistensi di Liga 1.
Bagi Sujana, kunci kebangkitan Persib bukan lagi pada kualitas individu, melainkan pada konsistensi, konsentrasi, dan ketajaman di depan gawang. Jika tiga aspek tersebut mampu dibenahi, Maung Bandung tetap memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas musim ini.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





