ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Gelandang andalan Persib Bandung, Marc Klok, angkat bicara terkait insiden masuknya sejumlah suporter ke lapangan setelah pertandingan melawan Ratchaburi FC pekan lalu.
Ia menegaskan bahwa emosi dalam sepak bola adalah hal wajar, namun tetap harus dikendalikan demi menjaga nama baik klub.
Klok memahami bahwa dalam pertandingan, situasi bisa memancing reaksi beragam. Menurutnya, menang dan kalah adalah bagian dari permainan, termasuk keputusan wasit yang bisa saja menguntungkan atau merugikan tim.
ADVERTISEMENT
Tak Kurangi Intensitas, Bojan Hodak Sesuaikan Jadwal Latihan Saat Ramadan
“Saya tahu emosi di sepak bola ada. Kita bisa kalah, bisa menang. Wasit bisa punya kesempatan yang bagus atau tidak bagus. Tapi pada akhirnya kita harus terima apa pun,” kata Marc Klok di GBLA.
Pemain bernomor punggung 23 itu juga menyoroti dampak lebih luas dari insiden tersebut. Ia menilai tindakan masuk ke lapangan tidak hanya berdampak pada pertandingan, tetapi juga citra klub di mata publik internasional.
“Sebagai klub, gambaran yang kita kasih ke luar negeri juga. Kenapa sampai terjadi seperti ini? Kita tidak butuh kekerasan, kita tidak butuh hal yang mempunyai gambar buruk untuk klub. Jadi kita harus belajar dari ini,” lanjutnya.
Klok mengingatkan bahwa konsekuensi dari tindakan tersebut bisa merugikan tim secara langsung. Selain potensi denda, Persib juga terancam menjalani laga tanpa kehadiran suporter.
“Karena pada akhirnya Persib harus bayar denda. Dan mungkin main tanpa suporter,” tegasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak bisa mengambil pelajaran demi kebaikan bersama, agar Persib tetap fokus berprestasi tanpa dibayangi sanksi maupun citra negatif.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





