ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Bojan Hodak memastikan perubahan jadwal latihan selama bulan puasa bukan hal baru bagi dirinya. Ia sudah terbiasa melakukan penyesuaian serupa demi menjaga kondisi pemain tetap optimal.
Usai memimpin sesi latihan pada 19 Februari 2026, Bojan menjelaskan bahwa tim pelatih hanya perlu melakukan sedikit penyesuaian terhadap pola aktivitas para pemain.
Menurutnya, perubahan itu lebih kepada pengaturan waktu istirahat dan jam latihan agar kondisi fisik pemain tetap terjaga.
ADVERTISEMENT
Tak Takut Persib di Puncak, Allano Lima Sebut Sisa Musim Masih Terbuka
“Itu normal, kita hanya perlu sedikit mengubah rutinitas dan gaya hidup mereka (para pemain), agar mereka bisa tidur lebih lama di pagi hari dan berlatih di malam hari,” kata Bojan di GBLA.
Pelatih asal Kroasia ini pun menilai latihan malam hari menjadi solusi terbaik agar intensitas tetap maksimal seperti selain di bulan Ramadhan.
Jika latihan dipaksakan berlangsung siang hari saat para pemain menjalani ibadah puasa, performa tidak akan optimal dan berpotensi berdampak pada penampilan di pertandingan resmi.
“Latihan malam memungkinkan mereka untuk berlatih normal. Jika kami berlatih di siang hari, intensitasnya tidak bisa seratus persen, dan kemudian performa pertandingan juga akan terganggu,” tambahnya.
Bojan juga menegaskan bahwa metode ini bukan hal baru. Ia sudah menerapkannya sejak dua musim terakhir dan selalu melakukan pendekatan serupa di setiap klub yang ia latih di wilayah dengan mayoritas penduduk muslim.
“Intensitasnya sama seperti yang kami lakukan dua tahun lalu. Ini tahun ketiga dan saya selalu melakukan ini di semua klub tempat saya bekerja di wilayah ini,” tegasnya.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






