ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengakui laga yang dijalani timnya berlangsung dalam atmosfer penuh tekanan. Bermain di hadapan dukungan sesak suporter tuan rumah membuat para pemainnya tampil di bawah performa terbaik.
Menurut Worrawoot, situasi tersebut membuat anak asuhnya terlihat gugup dan kurang tenang dalam mengalirkan bola, sehingga intensitas permainan lawan serta dorongan suporter tamu menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
“Ini pertandingan yang tak mudah. Bermain dengan banyak tekanan dan tim kami sempat sedikit gugup,” ujarnya seusai laga.
ADVERTISEMENT
Sempat Bangkit, Andrew Jung Sebut Kartu Merah Ubah Segalanya
Meski demikian, ia menilai timnya menunjukkan karakter kuat dengan mampu keluar dari tekanan. Perlahan, permainan mulai lebih terkontrol dan kepercayaan diri pemain meningkat seiring berjalannya waktu pertandingan.
Worrawoot juga menyoroti momen yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan, yakni saat kartu merah yang diterima Persib Bandung. Situasi tersebut membuat pertandingan berubah.
“Tetapi kami mampu kembali ke dalam permainan. Poin paling penting adalah kartu merah. Ketika mereka mendapat kartu merah, permainan menjadi lebih mudah bagi kami,” jelasnya.
Memang, momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Ratchaburi untuk mengubah cara bermain hingga akhir laga.
Mereka membiarkan Maung Bandung menguasai bola dan bermain lebih menyerang sehingga menimbulkan celah karena hanya bermain dengan sepuluh pemain.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






