ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kekalahan telak 3-0 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions  League Two 2025/2026 membuat langkah Persib Bandung sedikit terjal.
Namun, peluang Maung Bandung untuk melangkah ke fase berikutnya belum sepenuhnya tertutup. Segalanya masih bisa ditentukan pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu 18 Februari 2026 mendatang.
Hasil minor di Thailand memang memaksa Persib berada dalam posisi tertinggal goal. Meski begitu, format dua leg memberi kesempatan bagi skuad asuhan Bojan Hodak untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri.
ADVERTISEMENT
Lebih dari Sekedar Debut: Visi Bojan Hodak untuk Castel dan Kurzawa
Wajib Menang di Bandung
Skema paling sederhana bagi Persib adalah meraih kemenangan pada leg kedua. Jika mampu menang dengan selisih gol yang cukup untuk menyamakan agregat, laga berpotensi dilanjutkan ke babak tambahan waktu, bahkan adu penalti.
Namun, apabila Persib bisa menang dengan selisih gol lebih besar misal 4-0 Â di leg kedua, maka tiket lolos bisa langsung diamankan tanpa perlu drama tambahan waktu.
Tetapi jika skor kemenangan Persib sama dengan kemenangan Ratchaburi 3-0, akan berlanjut hingga perpanjangan waktu.
Intinya Maung Bandung paling minimal wajib mencetak tiga goal tanpa balas jika ingin membawa peluang lolos.
Modal Kandang dan Dukungan Bobotoh
Bermain di GBLA menjadi keuntungan tersendiri bagi Persib. Dukungan penuh suporter kerap menjadi energi tambahan yang mampu memperkuat mental bertanding. Atmosfer kandang yang kuat bisa menjadi faktor pembeda, terutama dalam laga hidup mati seperti ini.
Selain itu, adaptasi cuaca dan kondisi lapangan yang lebih familiar juga dapat membantu Persib tampil lebih agresif sejak menit awal.
Fokus utama tentu memperbaiki kesalahan di leg pertama, terutama dalam transisi bertahan dan efektivitas penyelesaian akhir.
Evaluasi Jadi Kunci
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






