KORANMANDALA.COM –Penutupan bursa transfer tengah musim Kompetisi Super League 2025/2026 yang berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026 pukul 23.59 WIB menjadi bukti nyata keseriusan federasi dalam menegakkan regulasi yang berlaku.
Seluruh proses penutupan bursa transfer dilakukan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan FIFA, termasuk pemenuhan mekanisme administratif melalui FIFA Transfer Matching System (TMS).
Sistem ini memastikan setiap perpindahan pemain berjalan transparan, terdokumentasi dengan baik, serta memenuhi standar internasional yang ditetapkan badan sepak bola dunia.
Daftarkan Made di Akhir Bursa, Persib Pilih Jalan Antisipasi
Kepastian regulasi tersebut memberikan kejelasan bagi klub, pemain, agen, hingga operator kompetisi. Dengan batas waktu yang jelas dan prosedur yang terukur, seluruh pihak dapat menyusun perencanaan secara lebih matang tanpa ruang abu-abu yang berpotensi menimbulkan polemik.
Lebih dari sekedar aspek administratif, konsistensi PSSI dalam menerapkan aturan juga menjadi fondasi penting bagi terciptanya kompetisi yang adil dan kredibel.
Klub bersaing dalam kerangka yang sama, sementara pemain mendapatkan kepastian status yang dilindungi regulasi.
Langkah ini patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang semakin profesional.
Kepercayaan publik terhadap kompetisi nasional pun diharapkan terus meningkat seiring dengan penerapan tata kelola yang transparan dan selaras dengan standar global bukan standar kelompok.***
