KORANMANDALA.COM – Persib Bandung kembali membuat kejutan besar di bursa transfer putaran kedua musim Super League 2025/2026. Saat publik dan media disibukkan dengan spekulasi nama-nama besar, manajemen Maung Bandung justru bergerak senyap dan akhirnya resmi memperkenalkan Dion Markx sebagai pemain anyar.
Tanpa bocoran, tanpa rumor panjang, nama Dion Markx nyaris tidak pernah muncul dalam pemberitaan transfer Persib. Pola ini mengulang strategi klasik manajemen Persib yang sebelumnya juga sukses mendatangkan pemain seperti Julio Cesar dan Federico Barba tanpa sorotan media berlebihan.
Dion Markx menjadi pemain kedua yang resmi diperkenalkan Persib Bandung pada putaran kedua, sekaligus menegaskan bahwa klub tidak hanya berburu popularitas, tetapi juga proyeksi kekuatan jangka menengah dan panjang.
Persib vs PSBS Biak : Maung Bandung Pecundangi Badai Pasifik, Skor Akhir 1-0
Keputusan Persib merekrut Dion Markx terbilang mengejutkan. Di tengah derasnya pemberitaan mengenai Layvin Kurzawa yang sempat mendominasi headline media lokal dan nasional, justru nama Dion Markx muncul secara tiba-tiba saat diumumkan resmi oleh klub.
Langkah ini memperlihatkan betapa rapatnya manajemen Persib menjaga strategi transfer mereka. Bobotoh yang terbiasa “mencium” rumor lebih awal kali ini benar-benar dikejutkan.
Profil Dion Markx
Nama lengkap: Dion Wilhelmus Eddy Markx
Tempat, tanggal lahir: Nijmegen, Belanda – 29 Juni 2005
Usia: 20 tahun
Posisi: Bek tengah (centre-back)
Tinggi badan: ± 188 cm
Kaki dominan: Kanan
Dion Markx merupakan pemain berdarah Indonesia-Belanda yang dikenal memiliki postur ideal, kuat dalam duel udara, serta tenang saat menguasai bola.
Karakteristik ini menjadi aset penting bagi Persib yang membutuhkan kedalaman dan stabilitas di lini belakang pada paruh kedua musim.
Karier Klub di Eropa
Karier sepak bola Dion Markx ditempa di Belanda. Ia mengawali perjalanan sepak bolanya di SV Spero, lalu menimba ilmu cukup lama di akademi Vitesse Arnhem. Setelah itu, Dion melanjutkan pengembangan kariernya bersama NEC Nijmegen, sebelum akhirnya menandatangani kontrak profesional dengan TOP Oss, klub kasta kedua Liga Belanda (Eerste Divisie).
Pengalaman bermain dan berlatih di sistem sepak bola Eropa menjadi nilai tambah Dion Markx, terutama dalam aspek taktikal, disiplin bertahan, dan membaca permainan.
Dion Markx resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Februari 2025. Setelah proses naturalisasi rampung, ia langsung masuk radar tim nasional dan dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-23.
Bersama Garuda Muda, Dion tampil dalam beberapa agenda internasional dan menunjukkan adaptasi cepat dengan gaya permainan Asia Tenggara. Penampilannya dinilai solid, terutama dalam menjaga area pertahanan dan duel satu lawan satu.
Kehadiran Dion Markx dinilai selaras dengan kebutuhan Persib Bandung. Padatnya jadwal kompetisi serta tuntutan rotasi pemain membuat lini belakang membutuhkan sosok muda yang siap bersaing.
Selain menambah kedalaman skuad, Dion Markx juga diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang, sejalan dengan arah pembangunan tim yang tidak hanya mengejar prestasi instan, tetapi juga keberlanjutan.
Dengan resmi diperkenalkannya Dion Markx, Persib kembali menegaskan satu hal: strategi transfer senyap mereka masih sangat efektif. Di saat klub-klub lain sibuk membangun ekspektasi lewat rumor, Persib memilih bekerja dalam diam dan berbicara lewat pengumuman resmi.
Bobotoh boleh kaget, tapi satu hal pasti—Maung Bandung kembali menunjukkan kelasnya, bukan hanya di lapangan, tapi juga di meja negosiasi.
