Kamis, 26 Februari 2026 18:00

KORANMANDALA.COM kembali menjadi sorotan, bukan karena hasil di lapangan, melainkan akumulasi sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026, Maung Bandung tercatat menerima denda hingga Rp185 juta angka yang cukup signifikan dan menempatkan Persib dalam jajaran klub dengan sanksi terbesar musim ini.

Data tersebut muncul dalam klasemen denda sementara Komdis PSSI, yang langsung memantik perhatian publik sepak bola nasional, khususnya . Dari catatan yang beredar, mayoritas denda Persib bersumber dari pelanggaran yang melibatkan suporter, bukan murni kesalahan teknis tim di lapangan.

Satu Laga, Denda Rp115 Juta

Puncak sanksi diterima Persib saat menjalani laga tandang kontra Bali United di putaran pertama. Dalam satu pertandingan tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan total denda mencapai Rp115 juta.

Persib Bandung Dijatuhi Tiga Sanksi AFC, Total Denda Capai Rp505 Juta

Rinciannya:

  • Rp25 juta akibat kehadiran suporter Persib di laga tandang, yang jelas melanggar regulasi liga karena larangan suporter tim tamu masih berlaku.

  • Rp60 juta karena penyalaan flare di tribun. Komdis menilai tindakan ini berisiko tinggi terhadap keselamatan penonton dan jalannya pertandingan.

  • Rp30 juta tambahan akibat aksi pelemparan botol minuman dari tribun penonton.

Akumulasi pelanggaran itu membuat satu pertandingan saja menjadi beban finansial besar bagi klub.

Masih Ada Rp70 Juta dari Laga Lain

Namun, denda Persib tak berhenti di angka Rp115 juta. Berdasarkan klasemen Komdis PSSI, total sanksi yang harus dibayar Persib mencapai Rp185 juta, menyisakan selisih sekitar Rp70 juta dari pertandingan lain.

Meski rincian lengkap denda tambahan tersebut tidak seluruhnya dipublikasikan, kuat dugaan pelanggaran yang terjadi masih berkutat pada aksi suporter, insiden di tribun, serta catatan disiplin pertandingan yang berulang. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan kedisiplinan belum sepenuhnya tertangani secara sistematis.

Alarm Serius untuk Manajemen Persib

Akumulasi denda ini menjadi peringatan keras bagi manajemen Persib Bandung. Di satu sisi, klub tengah berjuang menjaga stabilitas tim demi persaingan gelar. Di sisi lain, sanksi finansial akibat perilaku suporter justru terus menggerus anggaran klub.

Edukasi suporter, penguatan koordinasi pengamanan, hingga penegakan aturan internal harus menjadi prioritas. Jika tidak, Persib akan terus berada dalam pusaran sanksi—bukan karena permainan buruk, melainkan karena kelalaian di luar lapangan.

Ke depan, seluruh elemen—klub, suporter, dan penyelenggara—dituntut lebih disiplin dan dewasa. Dengan begitu, fokus Persib bisa kembali tertuju pada prestasi dan target juara, bukan pada daftar panjang denda Komdis PSSI yang terus membengkak.

Exit mobile version