KORANMANDALA.COM –Paruh musim Liga 1 menjadi momen evaluasi penting bagi Persib Bandung. Di tengah persaingan papan atas yang semakin ketat, konsistensi menjadi kunci agar Maung Bandung tetap berada di jalur perebutan gelar juara.
Evaluasi tak bisa lepas dari performa tiap lini yang membentuk keseimbangan tim. Memasuki jeda menuju putaran kedua, skuad besutan Bojan Hodak masih memiliki sejumlah hal yang perlu di benahi agar performa tetap stabil saat kompetisi kembali bergulir dalam beberapa pekan ke depan.
Dalam laga terakhir sebelum putaran kedua, Marc Anthony Klok CS sukses mempermalukan Persija Jakarta 1-0 di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 11 Januari 2025.
Umuh Muchtar Kecam Ancaman Pembunuhan terhadap Keluarga Thom Haye
Sektor Belakang Cukup Baik
Lini belakang layak mendapat sorotan positif. Sepanjang putaran pertama, Persib tercatat sebagai salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling minim di papan atas klasemen.
Ini menunjukkan solidnya organisasi pertahanan tim. Koordinasi antar bek, di topang peran penjaga gawang, kerap menjadi faktor penentu saat tim berada di bawah tekanan, terutama dalam laga-laga ketat.
Tiga bek asing Maung Bandung, Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Federico Barba secara bergantian menjalankan tugasnya dengan cukup konsisten.
Lini Tengah Solid, Perlu Ditingkatkan
Untuk sektor tengah, Persib memiliki kontrol permainan yang relatif stabil. Transisi dari bertahan ke menyerang berjalan cukup efektif.
Kondisi demikian terjadi berkat banyaknya pemain berkualitas di lini tengah, seperti Thom Haye, Klok maupun Luciano Guaycochea.
Meskipun pada beberapa pertandingan tempo permainan masih kerap melambat saat menghadapi lawan yang terbilang agresif, seperti ketika menghadapi Persija Jakarta di GBLA.
Kreativitas dan keberanian melepas umpan ke depan masih perlu ditingkatkan agar peluang yang didapat andrew Jung maupun Ramon Tanque bisa lebih maksimal.
Sektor Serang Belum Sepenuhnya Konsisten
Sementara itu, lini depan menjadi pekerjaan rumah terbesar. Persib mampu menciptakan peluang, namun efektivitas penyelesaian akhir belum sepenuhnya konsisten.
Beberapa laga seharusnya bisa dimenangkan dengan skor lebih meyakinkan, tetapi gagal termaksimalkan.
Salah satu contoh saat menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Senin, 5 Januari 2026. Persib sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk mengunci kemenangan.
