ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kemenangan tipis Persib Bandung atas Persija Jakarta dengan skor 1-0 pada laga klasik Liga 1, Minggu sore 11 Januari 2026, dinilai bukan sekadar hasil keberuntungan.
Mantan pemain Persib era 1990-an, Sujana, menyebut kemenangan tersebut lahir dari kecerdasan taktik pelatih Bojan Hodak yang mampu meredam permainan lawan sejak menit awal.
Menurut Sujana, strategi man-to-man marking yang diterapkan Persib sejak kick-off membuat Persija kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan ketat yang langsung diberikan ke setiap lini memaksa Macan Kemayoran kehilangan ritme dan ruang bermain.
ADVERTISEMENT
Persib vs Persija : Kandaskan Persija Jakarta, Maung Bandung Ambil Alih Puncak Klasemen
“Dari menit awal sudah kelihatan, Persib main sangat disiplin dengan man to man marking. Persija jadi kewalahan, tidak bisa membangun serangan dengan nyaman,” ujar Sujana saat diwawancarai usai pertandingan.
Tekanan agresif tersebut berbuah cepat. Pada menit ke-6, Persib berhasil memecah kebuntuan lewat gol Beckham Putra, yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Persija. Gol cepat itu menjadi kunci jalannya pertandingan.
Sujana juga menyoroti keputusan Bojan Hodak melakukan rotasi pemain di sejumlah posisi, yang dinilainya sukses merusak rencana permainan Persija. Salah satu yang paling menonjol adalah penempatan Eliano Reijnders di posisi nomor 8, menggantikan peran Luciano.
“Rotasi itu cerdas. Eliano di posisi nomor 8 membuat alur permainan Persib lebih hidup dan Persija jadi sulit membaca arah serangan. Strategi Persija akhirnya tidak berjalan sesuai rencana,” katanya.
Lebih jauh, Sujana memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain Persib yang dinilai mampu menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin dan konsisten sepanjang laga, terutama dalam menjaga intensitas permainan hingga peluit akhir.
“Yang patut diapresiasi, semua pemain menjalankan strategi Bojan dengan sangat baik. Disiplin, fokus, dan tahu kapan harus menekan atau bertahan,” tambahnya.
Kemenangan atas rival abadi tersebut kian terasa manis karena mengantarkan Persib Bandung memuncaki klasemen sementara BRI Liga 1 di paruh musim. Hasil ini sekaligus mempertegas status Maung Bandung sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Dengan performa yang semakin solid dan pendekatan taktik yang matang, Persib dinilai berada di jalur yang tepat untuk menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






