ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Laga klasik Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 11 Januari 2026, kembali menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Pertandingan sarat sejarah dan rivalitas itu diprediksi berlangsung panas, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Mantan pemain Persib era 1990-an, Sujana, menilai duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut bukan sekadar adu strategi, melainkan juga pertaruhan harga diri dua tim besar dengan basis suporter fanatik.
“Ini pertandingan yang selalu ditunggu. Persib lawan Persija itu punya historis panjang dan banyak cerita. Suasananya pasti berbeda dari laga biasa,” ujar Sujana saat diwawancarai.
ADVERTISEMENT
Persija Jakarta Siap Beri Kejutan di Bandung dengan Modal Hasil Positif
Dari sisi permainan, Sujana optimistis Persib memiliki peluang besar untuk mendominasi pertandingan, terutama jika melihat performa dan materi pemain saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa Persija kerap tampil dengan motivasi berlipat ketika menghadapi Maung Bandung.
“Kalau lihat permainan, Persib bisa mendominasi. Tapi kita harus ingat, setiap tim yang lawan Persib itu biasanya punya motivasi lebih. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.
Menurut Sujana, tensi panas laga ini tak terelakkan karena menyangkut gengsi, prestise, dan rivalitas yang telah terbangun puluhan tahun. Meski begitu, ia berharap pertandingan bisa berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Harapannya pertandingan berjalan aman, lancar, dan tidak ada masalah. Ini sepak bola, harusnya dinikmati,” ucapnya.
Sujana juga menaruh kepercayaan penuh kepada pelatih Persib, Bojan Hodak, yang dinilainya sudah sangat memahami karakter pertandingan besar seperti Persib kontra Persija.
“Saya yakin Bojan sudah punya rencana. Dia pasti tahu bagaimana mengelola tim di laga besar seperti ini,” katanya.
Namun, Sujana menekankan satu hal penting: pemain Persib harus benar-benar fokus dan tidak terbawa intrik di luar lapangan.
“Pasti ada intrik di luar lapangan, itu biasa. Tapi pemain jangan sampai terbawa. Fokus saja ke permainan,” tegasnya.
Tak lupa, Sujana juga menyampaikan pesan khusus kepada Bobotoh agar tetap dewasa dan tidak terpancing provokasi apa pun yang justru bisa merugikan Persib.
“Bobotoh harus bijak. Jangan sampai terpancing hal-hal yang bisa merugikan Persib sendiri. Dukungan itu penting, tapi harus positif,” pungkasnya.
Laga Persib kontra Persija di GBLA dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling bergengsi di awal tahun 2026, dengan sorotan tak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada bagaimana kedua tim dan suporternya menjaga marwah sepak bola Indonesia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






