ADVERTISEMENT
Ia mengakui kesalahannya dan menyatakan bahwa tindakannya murni karena emosi permainan, bukan masalah pribadi. Struick menulis permintaan maaf yang tulus dan berharap Spasojevic terus sukses.
“Saudaraku, hari ini sama sekali bukan urusan pribadi. Saya bertindak karena emosi dan itu tidak benar. Maaf dan semoga sukses di musim ini,” tulis Struick.
Respons Bijak dari Ilija Spasojevic
Persib Buka Suara soal Kuota Tiket dan Kendala Aplikasi Jelang Duel Panas vs Persija
ADVERTISEMENT
Respons yang diberikan Spasojevic justru jadi sorotan utama. Alih-alih memperpanjang konflik, Spasojevic memilih bersikap bijak.
Ia menyatakan bahwa kesalahan adalah bagian dari permainan dan setiap pemain bisa belajar dari situasi seperti ini.
Spasojevic juga memberikan dukungan kepada Struick sebagai juniornya di sepak bola Indonesia, bahkan menyebut bahwa Struick memiliki masa depan cerah di kancah sepak bola nasional.
“Tidak apa-apa adikku. Kesalahan adalah bagian dari permainan. Kita belajar darinya dan terus maju. Semoga sukses dan lakukan yang terbaik, kamu adalah masa depan sepak bola Indonesia,” respon Spasojevic.
Pelajaran Sportivitas yang Berkelas
Kisah ini bukan sekadar tentang insiden di lapangan. Ini jadi pelajaran besar soal sportivitas dalam sepak bola. Struick menunjukkan keberanian untuk mengakui kesalahan secara langsung.
Sementara Spasojevic memberi contoh sikap dewasa dan motivatif, bahkan di saat emosional tinggi.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






