KORANMANDALA.COM –Meski digempur sepanjang babak kedua dengan dominasi penguasaan bola dan rentetan peluang, Persib Bandung tetap mampu mengamankan kemenangan saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan data pertandingan, PSM Makassar tampil lebih agresif setelah turun minum dengan mencatatkan penguasaan bola mencapai sekitar 60 persen, serta melepaskan lebih dari 10 percobaan tembakan, beberapa di antaranya memaksa lini belakang Persib bekerja ekstra keras.
Tekanan beruntun itu membuat Maung Bandung lebih banyak bertahan di area sendiri pada paruh kedua laga, situasi yang diakui langsung oleh pelatih Persib, Bojan Hodak, sebagai momen paling sulit dalam pertandingan.
BRI Super League 2025/2026 : Takhlukan Juku Eja, Persib Bandung Geser Borneo di Puncak Klasemen
“Di babak kedua kami bertahan terlalu dalam. Akibatnya PSM punya beberapa peluang dan kami cukup kesulitan,” ujar Bojan Hodak usai pertandingan.
Pelatih asal Kroasia itu menilai laga kontra PSM memang bukan pertandingan yang mudah.
Intensitas permainan lawan yang meningkat membuat Persib harus bekerja ekstra keras untuk menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
“Ini pertandingan yang tidak mudah. PSM menekan dengan sangat baik di babak kedua,” ucapnya.
Meski demikian, Bojan menegaskan yang terpenting bagi Persib adalah hasil akhir. Tiga poin yang diraih menjadi modal penting bagi Maung Bandung untuk menjaga konsistensi di papan atas klasemen.
“Yang paling penting kami bisa menang. Sekarang kami fokus untuk pertandingan selanjutnya,” tegas Bojan.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Persib Bandung di Liga 1 dan menjaga momentum tim jelang laga-laga krusial berikutnya.
