ADVERTISEMENT
“Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom, dan Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice,” ungkap Asnawi.
Hal ini menunjukkan bahwa keputusan soal kapten bersifat diskusif dan bukan hasil konflik internal seperti yang dituduhkan.
Langkah tegas ini menunjukkan sisi kepemimpinan Asnawi yang tidak hanya sekadar menjalankan peran sebagai pemain di lapangan, tapi juga menjaga keharmonisan skuad dengan cara yang matang dan bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
Persib Bandung dan Al Nassr Lolos ke 16 Besar ACL 2, Kapan Mereka Bisa Bertemu?
Mental Baja Hasil Didikan Shin Tae-yong
Reaksi Asnawi ini mencerminkan mental juang yang sering disebut hasil didikan pelatih legendaris Shin Tae-yong saat masih menukangi Timnas Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan itu dikenal disiplin dan memberi kepercayaan kepada pemain untuk bertanggung jawab mengambil keputusan di lapangan.
Dengan gaya pelatihan yang keras namun efektif ini, banyak pemain seperti Asnawi berkembang menjadi pemimpin kuat di lapangan.
Selama di bawah arahan Shin, Asnawi tidak hanya dipercaya sebagai pemain penting, namun juga kerap terlibat dalam peran strategis yang menuntut pemikiran cepat dan ketegasan yang tinggi.
Sehingga wajar jika sang kapten timnas menghadapi kritik dengan cara elegan namun kuat, bukan dengan emosional atau kekerasan.
Dampak Pernyataan Asnawi untuk Publik Sepak Bola
Komentar tegas Asnawi ini kemudian divalidasi oleh pihak lain yang pernah dekat dengan pelatih Shin, seperti Jeong Seok-seo alias Jeje, yang menegaskan kembali bahwa pergantian kapten dijalankan sesuai prosedur tim dan bukan karena konflik internal.
Pernyataan Jeje ini semakin menguatkan posisi Asnawi dalam polemik. Respons publik terhadap klarifikasi ini juga beragam.
Banyak penggemar sepak bola Indonesia yang mendukung sikap profesional Asnawi dan menilai bahwa komentar tanpa fakta seharusnya tidak dilemparkan ke ruang publik tanpa verifikasi.
Reaksi ini memperlihatkan bahwa para pemain nasional kini tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga kualitas mental dan komunikasi yang sehat.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






