Cerita lain datang dari Igar, orang tua dari Musa, yang untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi push bike, dan keluar sebagai juara.
“Momen sangat spesial, apalagi berlangsung di GBLA. Saya tidak selalu sempat menonton pertandingan PERSIB, tapi event seperti ini membuat saya lebih dekat dan ingin tahu lebih jauh,” kata Igar dengan mata berbinar.
Di tengah hiruk pikuk stadion, satu hal terasa jelas: PERSIBDay Festival menjadi jembatan antara olahraga, keluarga, dan komunitas. Lebih dari sekadar kompetisi, ia membangun kebanggaan dan rasa memiliki. Karena pada akhirnya, mendukung Persib bukan hanya soal 90 menit di lapangan, tetapi merayakan kehidupan, kebersamaan, dan harapan biru yang terus menyala.***
