KORANMANDALA.COM – Sanksi berat untuk asisten pelatih Persib Bandung, Miro Petric
AFC resmi menjatuhkan sanksi kepada asisten pelatih Persib, Miro Petric, usai laga panas melawan Selangor FC pada 8 November 2025
Petric dinilai melontarkan bahasa atau gestur kasar kepada ofisial pertandingan. Tindakan tersebut melanggar Pasal 47 Kode Disiplin dan Etik AFC.
Pembatasan Suporter, Persib Bandung Bakal Alami Kerugian Besar Jelang Hadapi Bangkok United
Sebagai konsekuensi serius, Petric dijatuhi skors, yakni larangan mendampingi Persib selama empat laga resmi AFC dan denda USD 10.000 (sekitar Rp166 juta).
Dampak untuk Persib di ACL 2025/2026
Larangan itu mulai berlaku pada laga melawan Lion City Sailors 26 November 2025, kemudian kontra Bangkok United pada 10 Desember 2025.
Denda total terhadap Persib sendiri juga meroket. AFC memberi denda USD 26.250 (sekitar Rp436 juta) akibat pelanggaran suporter saat laga kandang melawan Selangor FC.
Pelanggaran itu merupakan pelemparan benda, penggunaan flare, dan pelanggaran aturan stadion. Stadion pun harus mengurangi kapasitas penonton.
Sanksi staf pelatih dan denda klub memberi tekanan berat kepada Persib.
Kehilangan asisten pelatih di pinggir lapangan bisa mempengaruhi jalannya pertandingan, terutama kompetisi Asia yang menuntut konsentrasi tinggi.
Reaksi Klub dan Potensi Dampak ke Depan
Dalam pernyataan resmi klub lewat media, sanksi ini dinilai sebagai peringatan keras. Klub wajib menjaga disiplin staf dan suporter. Kontrol emosi saat pertandingan menjadi tugas utama.
Sementara itu, pelatih utama Bojan Hodak hadapi tantangan besar. Tanpa Milo Petric, tanggung jawab di pinggir lapangan bisa bertambah.
Hasil buruk di laga sebelumnya bisa membuat tekanan semakin besar bagi pelatih dan pemain.
Di sisi suporter, situasi ini bisa mengakibatkan dukungan emosional yang berlebihan. Petric jadi contoh, bagaimana emosi yang berlebihan dapat merugikan tim secara signifikan.*
