ADVERTISEMENT
Kehadiran dua tim promosi di papan atas membawa dampak besar. Pertama, ini menunjukkan bahwa kualitas tim promosi tidak bisa diremehkan. Mereka datang bukan untuk sekadar bertahan, melainkan bersaing.
Kedua, keberhasilan mereka membuka peluang baru di klasemen. Tekanan bagi klub besar kian nyata. Lawan-lawan yang sebelumnya dianggap “mudah” bisa menjadi batu sandungan serius.
Ketiga, lonjakan performa ini bisa menarik perhatian media, sponsor, dan fans. Tim promosi yang sukses memberikan cerita menarik dan semangat optimisme baru bagi pendukung mereka.
ADVERTISEMENT
Tantangan di Depan
Meski memulai dengan penuh kejutan, PSIM dan Malut United masih menghadapi ujian berat. Kompetisi Super League sangat ketat dan panjang.
Konsistensi akan menjadi kunci. Tanpa itu, posisi di puncak bisa sulit dipertahankan.
Persib juga dihadapkan pada tantangan besar. Untuk mengejar gelar atau setidaknya mempertahankan posisi atas, mereka harus bersiap menghadapi serangan dari tim promosi dan para rival.
Sementara itu, Borneo FC dan Persija harus menjaga momentum mereka. Karena jika lengah, tim promosi bisa mencuri posisi atau membuat persaingan semakin sengit.
Musim Super League 2025/2026 ini menjadi bukti bahwa tim promosi bisa langsung berbahaya.
PSIM Yogyakarta dan Malut United tampil jauh melebihi ekspektasi awal dan berhasil menyamai poin Persib di papan atas klasemen.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






