ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Emil Audero dapat nilai terendah saat Cremonese takluk dari AS Roma
Pada laga lanjutan Serie A di Stadion Giovanni Zini, Minggu (23/11/2025), Cremonese menjamu AS Roma dengan harapan mengejutkan.
Namun kenyataannya, tim tuan rumah kewalahan menghadapi laju ofensif tim ibu kota.
ADVERTISEMENT
Persib Bandung Beri Pengalaman Luar Biasa Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Emil Audero menghadirkan momen heroik di babak pertama. Dia melakukan tiga penyelamatan krusial yang seharusnya menjadi modal kuat bagi Cremonese.
Kemudian muncul tendangan kaki kiri Matias Soule yang melesak ke pojok bawah kanan gawang, gol yang membuat Audero tetap kebobolan meski sudah melakukan usaha maksimal.
Semua tampak baik sampai babak pertama usai. Audero memperoleh nilai 7 di Flashscore setelah performa solid.
Titik Balik yang Mengubah Nilai
Memasuki babak kedua, suasana berubah cepat. AS Roma mencetak dua gol tambahan dan memperlihatkan dominasi penuh. Audero terlihat kewalahan, meski sebelumnya tampil gemilang.
Perubahan drastis performa ini membuat sistem penilaian memutuskan meskipun awalnya baik, keseluruhan pertandingan Audero menerima nilai terendah di timnya.
Hasil akhirnya menjadi 1-3 untuk kemenangan AS Roma. Cremonese gagal membendung tekanan tamu, dan Emil Audero pun jadi sorotan karena dua babak berbeda tadi.
Analisis dan Implikasi untuk Timnas Indonesia
Situasi ini menimbulkan dua pelajaran penting untuk Emil Audero dan juga bagi Timnas Indonesia yang kini mengandalkannya sebagai kiper utama.
Pertama, kapasitas untuk tampil hebat tetap ada. Penyelamatan di babak pertama membuktikan itu. Kedua, konsistensi selama 90 menit tetap jadi tantangan. Babak kedua menuntut fokus yang tak boleh surut.
Bagi Timnas Indonesia, ini jadi pengingat. Kualitas individu penting, tetapi kerja sama tim dan kesiapan mental juga harus sama kuat. Audero bisa menjadi kisah inspirasi jika dia belajar dari pengalaman ini.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






