Tujuannya yaitu menyediakan lebih banyak pertandingan persahabatan, memungkinkan federasi belajar, dan memberi pengalaman lintas benua.
Edisi pertama digelar pada 2024. Untuk 2026, Indonesia akan berhadapan dengan tim dari lima konfederasi luar Asia.
Nilai Strategis dan Dampak untuk Timnas
Timur Kapadze Mendarat di Indonesia: Liburan atau Sinyal Jadi Pelatih Timnas?
-
Tambahan Jam Terbang
Pelatih baru bisa langsung mendapatkan intensitas laga internasional tanpa harus menunggu kualifikasi besar. -
Uji Taktik Melawan Lawan Berbeda
Karena kompetitor dari luar Asia, Garuda bisa menghadapi gaya bermain yang beragam. Ini penting untuk kesiapan jangka panjang. Erick Thohir menyoroti bagaimana ajang ini bisa menjadi laboratorium strategi. -
Eksposur untuk Pemain Muda
Turnamen ini bisa jadi panggung bagi talenta muda Indonesia untuk tampil di mata dunia. -
Momentum Kebangkitan Nasional
Menjadi tuan rumah membawa semangat nasionalisme tinggi. Suporter bisa memberi energi tambahan di tribun, dan federasi menunjukkan kapasitas untuk menyelenggarakan event internasional besar.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Tentu saja, menjadi tuan rumah juga membawa tekanan besar. Pelatih baru harus siap menghadapi harapan publik, terutama dalam menghadirkan permainan menarik dan hasil positif.
Selain itu, logistik penyelenggaraan dan persiapan tim harus matang agar tak hanya sekadar tuan rumah, tetapi kontestan yang kompetitif.*
