ADVERTISEMENT
Fisik Terkuras, Tapi Fokus Tak Kendur
Meski kondisi fisik sudah menipis, Fajar dan Fikri menunjukkan mental baja. Mereka akui bahwa turnamen sebelumnya membuat stamina mulai terkuras.
Namun, mereka memilih untuk menepis rasa lelah tersebut. Mereka mempersiapkan diri secara mental, menjaga pola makan dan istirahat sebisa mungkin, dan masuk ke lapangan dengan sikap juang sejati.
ADVERTISEMENT
Mantan Klub Calvin Verdonk Berambisi Selamatkan Karier Mees Hilgers
“Kami harus pintar-pintar mengatur diri,” ujar Fajar.
Pelajaran dari Insiden, dan Pandangan ke Depan
Insiden raket lawan, sekalipun memberi keuntungan, juga menjadi pelajaran penting bagi Fajar/Fikri. Mereka menegaskan bahwa tak boleh bergantung pada faktor eksternal.
Justru, mereka akan memperkuat aspek fisik, mental, dan strategi untuk turnamen selanjutnya. Pelatih mereka menyoroti bahwa kecepatan dan daya tahan masih perlu ditingkatkan.
Dengan demikian, mereka siap untuk melangkah ke babak berikutnya di Hylo Open 2025 dengan lebih matang.
Harapan Indonesia dan Kesempatan Emas
Pencapaian ini membuka harapan baru bagi Indonesia di nomor ganda putra. Dengan absennya beberapa pasangan unggulan, peluang Fajar/Fikri semakin terbuka.
Komunitas bulu tangkis dalam negeri pun diselimuti optimism besar.
Kini, semua mata tertuju pada peran mereka dalam turnamen ini dan bagaimana mereka memanfaatkan momentum langka ini untuk mencapai puncak.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






