ADVERTISEMENT
Bagi kawasan, kehadiran FIFA ASEAN Cup berarti pembaruan struktur kompetisi. Kompetisi ini memberi kesempatan bagi pemain di Asia Tenggara untuk tampil di panggung yang lebih besar.
Bagi Indonesia khususnya, ini bisa menjadi momentum untuk bersinar di level regional sekaligus global. Timnas bisa memanfaatkan panggung tersebut untuk meningkatkan kualitas dan visibilitas.
Namun, bagi Piala AFF muncul sejumlah kekhawatiran.
ADVERTISEMENT
Sebab, bila FIFA ASEAN Cup mengambil alih posisi kalender resmi FIFA, maka Piala AFF yang selama ini berjalan di luar pengaturan FIFA bisa jadi kehilangan relevansi.
Oleh karena itu, federasi nasional dan pihak terkait harus segera menyiapkan strategi agar tidak tertinggal dalam perubahan besar ini.
Tantangan & Masa Depan
Meskipun semangatnya tinggi, pelaksanaan turnamen ini masih dipenuhi sejumlah tanda tanya. Format finalnya bagaimana, siapa tuan rumah, dan bagaimana nasib Piala AFF kelak.
Lebih jauh lagi, integrasi agenda turnamen ini dengan kalender FIFA harus dilakukan dengan hati-hati. Kalau tidak, bisa muncul konflik jadwal atau pemanggilan pemain yang justru melelahkan tim nasional dan klub.
Namun, bila dijalankan dengan baik, arah ini bisa memperkuat identitas sepak bola Asia Tenggara dan membuka banyak peluang baik dari sisi pengembangan pemain, infrastruktur, hingga eksposur global.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






