Jumat, 27 Februari 2026 10:17
  • Joey Pelupessy
    Posisi sebagai gelandang tengah membuat ia sangat tergantung pada tenaga dan stamina. Di usia 32 tahun sekarang, kemungkinan berkurangnya kecepatan bisa jadi hambatan.

  • Thom Haye
    Bermain sebagai gelandang tengah, aspek stamina menjadi kunci. Dia relatif lebih muda dibanding nama lain, tetapi tetap menghadapi persaingan ketat.

  • Marc Klok
    Usia Klok kini sudah berkisar di angka awal 30-an. Selain itu, kritikan pernah datang terkait penampilannya. Bila performa menurun, kansnya makin tipis.

Marselino Ferdinan Resmi Gabung AS Trencin, Peluang Debut Langsung Terbuka

  • Stefano Lilipaly
    Dayanya sebagai pemain yang memiliki pengalaman luas sangat bernilai. Tapi di 35 tahun, dia harus menjaga kebugaran optimal bila ingin tetap relevan dalam skuad inti.

Beberapa pemain lain mungkin juga masuk dalam daftar ancaman, tergantung keputusan pelatih dan kebugaran masing-masing.

Peluang Regenerasi & Masa Depan Timnas

Meski ancaman nyata, skenario positif tetap ada beberapa langkah strategis:

  • Peran pemain muda meningkat
    Pemain seperti Jay Idzes, Ole Romeny, Dean James, dan Rizky Ridho saat ini dianggap punya potensi besar untuk membangun tulang punggung timnas di masa depan.

  • Program fisik & pemulihan yang baik
    Tim pelatih harus mendukung pemain senior agar tetap fit melalui latihan khusus dan manajemen beban.

  • Seleksi dinamis dan meritokrasi
    Pemain senior tak boleh otomatis diunggulkan. Selanjutnya, mereka harus menunjukkan performa terbaik, atau memberi ruang bagi yang lebih segar.

  • Pengaturan beban bermain di klub
    Jika pemain senior dikurangi menit bermain di level klub, mereka bisa tetap awet untuk tugas timnas.

Waktu berjalan tak pernah menunggu. Kemudian, enam pemain senior yang kini memegang status “berkepala tiga” menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian di skuad .

Selain itu, jika mereka gagal mempertahankan performa, peluang untuk digantikan cukup besar. Namun sisi positifnya, regenerasi bisa berjalan efektif bila klub, pelatih, dan federasi bekerja sinergis.

Bila langkah itu dilakukan sejak sekarang, Timnas Indonesia masih punya peluang membangun tim kuat untuk meraih tiket lolos ke Piala Dunia 2030.*

1 2 3
Exit mobile version