ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Gerald Vanenburg banjir kritikan usai kegagalan menakhodai Timnas Indonesia U-23
Gerald Vanenburg bukan sosok asing di dunia sepak bola Belanda. Dia pernah mencatat prestasi di level klub dan tim nasional Belanda.
Dalam konteks Timnas Indonesia, ia sering disebut sebagai salah satu “meneer” asal Belanda pilihan Erick Thohir, bersama sosok-sosok pelatih asing lainnya yang diharapkan membawa transformasi bagi sepak bola nasional.
ADVERTISEMENT
Timnas Indonesia “Dibubarkan”? Kenyataan Baru dan Agenda Setelah Kegagalan Menuju Piala Dunia 2026
Label “dua meneer Belanda” mengacu pada dua pelatih Belanda yang dipasang di timnas senior dan U-23 setelah era pelatih lokal.
Erick Thohir memilih strategi “membawa atmosfir Eropa” ke skuat Garuda lewat mereka. Namun, keputusan itu kini menghadapi ujian nyata di lapangan.
Kegagalan di Dua Turnamen Krusial
Gerald Vanenburg gagal membawa Timnas U-23 lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026 usai kalah 0–1 dari Korea Selatan dalam laga terakhir Grup J di Sidoarjo.
Sebelum itu, Vanenburg juga gagal merebut gelar juara Piala AFF U-23 2025 setelah timnya kalah tipis 0–1 dari Vietnam di final.
Dua kegagalan itu menimbulkan kritik keras dari publik dan pengamat.
Banyak pihak menilai bahwa Vanenburg belum bisa menjawab ekspektasi sebagai pelatih asing percobaan di kancah internasional untuk Timnas Indonesia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






