Jumat, 27 Februari 2026 23:54

Tidak sedikit pihak memberi tanggapan. Pemerintah melalui Istana menyuarakan dukungan dan dorongan agar proses evaluasi segera dilakukan.

Menteri Sekretariat Negara menyebut bahwa kegagalan ini harus jadi bahan introspeksi, bukan titik akhir semangat.

Sementara itu, pelatih menyatakan tak berniat mundur usai kegagalan itu. Ia menegaskan komitmen untuk memperbaiki tim secara menyeluruh ke depan.

PERSIBDAY Festival 2025: Langkah Nyata Persib Lebih Dekat dengan Bobotoh

Tulisan media Malaysia bahkan menyindir tak hanya soal kegagalan ke Piala Dunia, mereka juga menyoroti bahwa tim Merah-Putih belum pernah meraih trofi Piala AFF.

Piala AFF 2026 Jadi Prioritas

Meski “dibubarkan”, skuad nasional tak benar-benar hilang kiprahnya. Piala AFF 2026 menjadi target utama berikutnya.

Turnamen kawasan ASEAN ini menjadi kesempatan penting untuk membangun momentum baru.

AFF bahkan merombak jadwal agar kompetisi bisa digelar tengah tahun, memungkinkan pemain yang berkarier di luar negeri ikut tampil.

Piala Asia 2027: Peluang Lebih Besar

Indonesia sudah mengamankan tempat di Piala Asia 2027 melalui lolosnya dari babak kualifikasi. Artinya, ada jalan baru untuk bersaing di level Asia.

Selain itu, dalam beberapa FIFA Matchday mendatang, tim bisa memainkan laga uji coba guna membangun sinergi antarpemain dan mengevaluasi skema terbaru.

Tantangan Besar di Hadapan

Melangkah dari titik ini, PSSI dan stakeholder harus menghadapi sejumlah tantangan:

  • Rekrutmen pelatih: mencari figur yang bisa menyatukan pemain naturalisasi dan lokal

  • Persiapan jangka panjang: membangun tim dengan visi jangka menengah dan panjang

  • Konsistensi kompetisi lokal: agar pemain punya jam terbang

  • Dukungan publik: agar suporter tetap setia meski dalam masa transisi

Target Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027 kini jadi misi nyata. Bila seluruh elemen bangkit bersama, “Timnas yang dibubarkan” bisa kembali kuat.*

1 2
Exit mobile version