ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kamis, 26 Februari 2026. Di tengah keriuhan Bandung yang bersiap menghadapi akhir pekan, sebuah kontemplasi besar menyeruak: Berapa harga sebuah janji? Belakangan, publik dihentak narasi pengkhianatan amanah oleh segelintir kaum intelektual yang enggan memenuhi kontrak sosialnya kepada negara. Bagi kita yang menjalani puasa hari kedelapan, isu ini adalah cermin retak tentang seberapa jauh kita bisa memegang kata-kata kita sendiri.
Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H (Bandung & Sekitarnya)
Penanda jeda bagi Anda yang sedang berjuang di ruang-ruang profesional maupun akademik di Bandung:
Ibadah |
Waktu (WIB) |
Magrib (Buka Puasa) |
18.16 |
Isya |
19.23 |
Imsak (Jumat, 27 Feb) |
04.29 |
Subuh (Jumat, 27 Feb) |
04.39 |
Amanah: Pilar Karakter yang Tak Bisa Ditawar
Dalam literasi Islam, amanah bukanlah sekadar kesepakatan administratif. Ia adalah identitas keimanan. Al-Quran memberikan kriteria yang jelas bagi mereka yang akan meraih keberuntungan sejati:
ADVERTISEMENT
“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.” (QS. Al-Mu’minun: 8)
Mengejar ekselensi di institusi ternama dunia kehilangan esensinya jika pelakunya kehilangan rasa malu (Haya’) untuk kembali dan mengabdi. Pendidikan tinggi tanpa kesadaran untuk membalas budi pada negara hanyalah akumulasi ego. Rasulullah SAW bahkan memberikan peringatan keras mengenai karakter yang meremehkan janji:
“Tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Isu “lupa jalan pulang” adalah peringatan bagi kita semua bahwa kecerdasan tanpa integritas hanyalah sebuah instrumen untuk menghancurkan kepercayaan publik.
Self-Discovery: Melampaui Narsisme Intelektual
Ramadhan hari kedelapan adalah momentum krusial untuk melakukan audit batin sebelum azan Magrib berkumandang di pukul 18.16 WIB:
-
Eksistensi vs Kontribusi: Apakah pencapaian saya saat ini benar-benar membawa manfaat bagi lingkungan terkecil saya di Bandung, atau hanya untuk mempercantik profil digital?
-
Kejujuran dalam Sunyi: Jika dalam urusan kecil yang tidak terpantau kita masih berani mencari celah curang, seberapa yakin kita bisa memegang amanah besar yang mempertaruhkan hajat hidup orang banyak?
-
Definisi Pulang: Kita harus menyadari bahwa “pulang” tidak selalu soal geografi, tapi soal kembalinya manfaat ilmu kepada mereka yang berhak. Jangan sampai kita menjadi orang asing di rumah sendiri setelah dibiayai oleh keringat jutaan pembayar pajak.
Menjadi intelektual itu soal kapasitas otak, tapi menjadi amanah itu soal kualitas hati. Mari pastikan puasa hari ini menjadikan kita manusia yang lebih “utuh”—manusia yang kata-katanya bisa dipegang dan janjinya bisa diandalkan.
Selamat berbuka puasa, warga Bandung. Jaga integritas, jaga kehormatan. (FMA)
Jadwal Buka Puasa Bandung 7 Ramadhan: Mode “Incognito” ke Langit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






