ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Memasuki hari keempat Ramadhan yang jatuh pada hari Minggu ini, ritme kehidupan di Kota Bandung biasanya terasa sedikit lebih lambat dan tenang. Bagi banyak orang, hari keempat adalah fase “transisi manis.” Tubuh mulai berhenti protes terhadap perubahan jam makan, dan pikiran mulai memiliki ruang lebih luas untuk menengok ke dalam: sebuah proses yang sering kita sebut sebagai pengenalan diri.
Jadwal Buka Puasa 4 Ramadhan 1447 H (Bandung & Sekitarnya)
Sebagai panduan ibadah Anda hari ini, berikut adalah jadwal lengkap berdasarkan data resmi MUI Kota Bandung untuk Minggu, 22 Februari 2026:
-
Magrib (Buka Puasa): 18.19 WIB
ADVERTISEMENT
-
Isya: 19.24 WIB
-
Imsak (Senin): 04.28 WIB
-
Subuh (Senin): 04.38 WIB
Waktu Magrib pada pukul 18.19 WIB adalah momen krusial. Di Bandung, saat lembayung mulai menghiasi langit di sela-sela bangunan art deco, ada pesan tersirat bahwa setiap perjalanan melelahkan hari ini akan berujung pada kesegaran yang tulus.
Mengapa Mengenal Diri Dimulai di Hari ke-4?
Seringkali kita terlalu sibuk dengan “siaran” luar—tuntutan pekerjaan, ekspektasi sosial, hingga hingar-bingar media sosial. Ramadhan hadir untuk memutus arus tersebut. Di hari keempat, ketika ego fisik mulai meluruh karena lapar, “sinyal” dari hati nurani biasanya terdengar lebih jernih.
Mengenal diri bukan berarti melakukan meditasi berat di tempat sunyi. Dalam keseharian warga Bandung yang dinamis, mengenal diri adalah tentang kejujuran mengakui apa yang sedang kita rasakan dan pikirkan tanpa balutan kepura-puraan. Puasa memaksa kita melepaskan atribut sementara (seperti makanan dan status sosial saat lapar) untuk menemukan siapa kita sebenarnya di hadapan Tuhan.
Info Praktis: Langkah Mengenal Diri Selama Ramadhan
Agar puasa Anda tidak sekadar menjadi ritual menahan haus, berikut adalah beberapa langkah praktis untuk memulai perjalanan pengenalan diri (self-discovery) hari ini:
1. Praktik “Hening Sebelum Berbuka” Gunakan waktu 10-15 menit sebelum pukul 18.19 WIB untuk menjauh sejenak dari gawai. Duduklah dengan tenang. Amati perasaan Anda: apakah Anda merasa bersyukur, atau justru merasa terbebani? Mengamati perasaan tanpa menghakiminya adalah langkah awal untuk mengenal karakter asli kita.
2. Audit Narasi Batin Apa yang paling sering Anda katakan pada diri sendiri saat sedang merasa lelah sore ini? Jika narasi batin Anda didominasi oleh keluhan, mungkin selama ini Anda terlalu fokus pada hal-hal di luar kendali. Gunakan momen ini untuk meriset ulang cara Anda berbicara dengan diri sendiri. Jadilah sosok yang lebih lembut terhadap jiwa Anda sendiri.
3. Mengenali Batas Sabar Puasa adalah laboratorium emosi. Perhatikan apa yang membuat Anda “paling tidak sabar” hari ini. Apakah karena kemacetan, atau karena hal-hal kecil di rumah? Mengenal apa yang memicu emosi negatif adalah cara terbaik untuk memetakan bagian mana dari diri kita yang perlu “diperbaiki” frekuensinya agar lebih stabil di hari-hari mendatang.
Integritas Diri di Balik Kesunyian
Menjalani Ramadhan di Bandung selalu memberikan kesan tersendiri. Namun, jauh di balik nikmatnya takjil dan hangatnya kebersamaan, ada tugas besar yang menanti kita setiap hari: menjaga integritas diri. Mengenal diri sendiri berarti berani melihat kekurangan kita dan berkomitmen untuk memperbaikinya, satu langkah demi satu langkah.
Hari keempat ini adalah kesempatan emas. Dengan jadwal Magrib di angka 18.19 WIB, kita memiliki waktu yang cukup untuk berefleksi di sela-sela kesibukan akhir pekan. Mari kita jadikan setiap detik penantian berbuka sebagai momen untuk kembali “pulang” ke jati diri kita yang paling fitrah.
Selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-4. Semoga setiap tegukan air saat berbuka nanti menjadi pengingat akan nikmat-Nya yang tak terhingga, sekaligus menjadi bahan bakar baru untuk menjadi pribadi yang lebih jujur dan jernih.(FMA)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






