ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Tips bertahan puasa selama Ramadhan bagi pekerja menjadi informasi penting menjelang datangnya Ramadhan.
Aktivitas kerja yang tetap berjalan normal membuat tubuh harus beradaptasi dengan perubahan pola makan, waktu tidur, serta ritme energi selama berpuasa.
ADVERTISEMENT
Ramadhan sebagai momen ibadah tahunan umat Islam menuntut kesiapan fisik dan mental. Tanpa pengaturan yang tepat, puasa bisa memicu rasa lemas, menurunnya fokus, hingga gangguan pencernaan.
Karena itu, manajemen energi menjadi faktor utama agar ibadah tetap optimal dan produktivitas kerja tidak terganggu.
Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah Naik Pemkot Bandung Klaim Stok Aman
Perubahan jadwal makan dari tiga kali menjadi dua kali sehari—sahur dan berbuka—membuat tubuh memerlukan strategi khusus dalam mengatur asupan nutrisi. Makanan yang dikonsumsi tidak hanya berfungsi mengenyangkan, tetapi juga harus mampu menyediakan energi secara bertahap sepanjang hari.
Berikut tips bertahan puasa selama Ramadhan bagi pekerja yang bisa diterapkan:
1. Maksimalkan Sahur sebagai Sumber Energi Utama
Sahur bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama energi selama puasa. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum karena dicerna lebih lambat sehingga energi tidak cepat habis.
Kombinasikan dengan protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, atau tempe untuk membantu rasa kenyang lebih lama. Sayuran dan buah juga penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap stabil serta membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian.
2. Atur Pola Hidrasi Secara Terencana
Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama tubuh terasa lemah saat berpuasa. Kebutuhan cairan perlu dipenuhi secara bertahap mulai dari waktu berbuka hingga sahur.
Air putih tetap menjadi pilihan utama dibandingkan minuman tinggi gula atau berkafein yang dapat memicu peningkatan frekuensi buang air kecil. Menjaga keseimbangan cairan membantu mempertahankan konsentrasi serta mencegah sakit kepala di siang hari.
3. Hindari Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka
Makanan manis saat berbuka memang menggoda. Namun, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi secara drastis.
Disarankan berbuka secara bertahap dengan air putih dan makanan ringan, seperti kurma, sebelum menyantap makanan utama agar energi lebih stabil.
4. Kelola Aktivitas Kerja dengan Bijak
Pembagian waktu kerja sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh saat puasa. Tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi sebaiknya diselesaikan pada pagi hari ketika energi masih relatif stabil.
Sementara pekerjaan yang lebih ringan bisa dilakukan menjelang sore. Istirahat singkat di sela aktivitas juga membantu menjaga fokus tanpa mengganggu produktivitas.
5. Jaga Kualitas Tidur
Perubahan jadwal makan dan ibadah malam sering membuat waktu istirahat berkurang. Padahal, kurang tidur dapat memengaruhi metabolisme dan daya tahan tubuh.
Mengatur waktu tidur minimal enam jam per hari, baik dalam satu waktu atau dibagi menjadi dua sesi, dapat membantu menjaga keseimbangan energi selama Ramadhan.
6. Tetap Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Puasa bukan alasan untuk sepenuhnya berhenti bergerak. Aktivitas ringan seperti peregangan atau berjalan santai menjelang berbuka dapat membantu menjaga kebugaran tanpa menguras tenaga berlebihan.
Dengan menerapkan tips bertahan puasa selama Ramadhan secara terencana dan konsisten, pekerja dapat menjalani ibadah dengan kondisi fisik yang lebih stabil. Kombinasi nutrisi seimbang, manajemen hidrasi, pengaturan aktivitas, serta pola istirahat yang baik menjadi kunci utama agar puasa tetap kuat hingga waktu berbuka.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






