ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisional, Tatang Heryana (73), pengrajin wayang kulit di Kota Bandung, tetap bertahan menjaga warisan budaya leluhur.
Tatang mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di tempat produksi wayangnya di kawasan Cikawao, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Selasa (20/1/2026).
Menurut Tatang, wayang bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan cerminan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menegaskan bahwa keputusannya bertahan sebagai pengrajin wayang bukan semata untuk mencari nafkah, tetapi didorong oleh kecintaan terhadap filosofi yang terkandung dalam setiap detail wayang.
ADVERTISEMENT
“Wayang itu bukan sekadar bentuk, tapi mengandung makna keseimbangan hidup,” ujar Tatang. Ia menyayangkan semakin sedikit generasi muda yang memahami nilai tersebut.
Seiring perkembangan zaman, pemahaman terhadap filosofi wayang pun kian memudar. Tatang menilai generasi muda saat ini semakin jauh dari budaya tradisional.
“Sekarang anak-anak sudah jauh dari budaya wayang,” lanjutnya.
Di balik setiap tokoh wayang yang dihasilkan, Tatang harus melalui proses pembuatan yang tidak mudah. Pengerjaan wajah dan rangka wayang memerlukan ketelitian tinggi serta waktu yang tidak singkat. Tantangan tersebut kerap diperberat oleh kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Kalau lagi sepi, terutama di akhir dan awal tahun, ya harus pakai tabungan dulu supaya bisa tetap hidup,” tuturnya.
Meski demikian, keberadaan pengrajin wayang tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Eric (29), salah seorang pedagang di kawasan tersebut, menilai seni wayang penting untuk terus dilestarikan.
“Menurut saya, seni wayang itu penting banget untuk terus dilestarikan di zaman sekarang,” ujarnya.
Eric berharap ada perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat, khususnya dalam bidang edukasi budaya.
“Edukasinya harus lebih terlihat dan menarik, terutama untuk anak-anak muda, supaya warisan budaya wayang tetap terjaga,” pungkasnya. (Yusuf Ahmad/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






