ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Angka 67 belakangan ini bukan sekadar deretan digit angka. Di ruang digital, istilah ini menjelma menjadi bahasa gaul, simbol ekspresi, bahkan fenomena budaya. Dictionary.com menetapkan “67” sebagai Word of the Year 2025, menandai betapa kuatnya pengaruh slang ini di kalangan Gen Z.
Dalam percakapan daring, 67 sering dipakai untuk menunjukkan ketidakpedulian, kebingungan, atau penolakan. Ungkapan ini muncul di TikTok dan Instagram Reels sejak awal 2025, lalu menyebar cepat ke berbagai platform.
Selain sebagai slang, 67 juga memiliki makna lain. Di Amerika Utara, kode 67 digunakan untuk menyembunyikan identitas pemanggil saat melakukan panggilan telepon. Dalam konteks religius, angka ini merujuk pada Surah ke-67 dalam Al-Qur’an, yaitu Al-Mulk.
ADVERTISEMENT
Fenomena ini menunjukkan bagaimana angka sederhana bisa memiliki lapisan makna berbeda, dari teknologi komunikasi hingga spiritualitas. Google meramaikan fenomena ini, ketika user melakukan pencarian dengan 67, maka layar komputer akan bergoyang.
Bahasa Gaul dan Dinamika Sosial
Profesor linguistik Gretchen McCulloch menilai bahwa bahasa gaul internet seperti 67 adalah bukti evolusi komunikasi digital. “Slang online berkembang sebagai cara komunitas muda menandai identitas mereka, sekaligus menciptakan rasa kebersamaan,” ujarnya dalam wawancara dengan New York Times.
Sementara itu, Dictionary.com dalam pernyataan resminya menegaskan: “67 adalah ekspresi yang mencerminkan sikap generasi muda terhadap dunia yang serba cepat dan penuh distraksi”.
67 dan Fenomena Horor Digital
Salah satu sisi paling viral dari 67 adalah kemunculan “Kid 67”, sebuah meme horor yang berkembang di YouTube dan Roblox.
Berawal dari lirik lagu hip-hop “Doot Doot (6 7)” dan video basket, fenomena ini berubah menjadi konten creepypasta yang menakutkan.
Beberapa media menyebut fenomena ini sebagai contoh sempurna dari meme tanpa makna. Tidak ada filosofi, politik, atau pesan sosial di baliknya. 67 hanyalah angka yang dipelintir menjadi hiburan viral.
Meme 67: Dari Candaan ke Budaya Pop
Meme 67 kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya internet. Di TikTok, tagar #67 sudah digunakan lebih dari 3 juta kali, menampilkan berbagai interpretasi mulai dari humor absurd hingga konten horor.
Wikipedia mencatat bahwa meme ini lahir sebagai ekspresi spontan di media sosial, lalu berkembang menjadi simbol kebingungan generasi muda. Fenomena ini menunjukan bahwa angka sederhana bisa berubah menjadi ikon budaya pop global. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






