ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Treelogy mengambil posisi penting di tengah gelombang kesadaran dunia akan kesehatan holistik dan regenerasi ekosistem. Dengan inovasinya, mampu mengangkat daun kelor naik kelas menjadi nutrisi premium yang memenuhi standar internasional.
Lahir di masa pandemi Covid-19 ketika banyak orang meninjau ulang prioritas kesehatan dan keseimbangan hidup, Treelogy berkembang sebagai simbol pemulihan. Selain itu, membawa pesan bahwa kesehatan, komunitas, dan bumi dapat tumbuh beriringan.
Berbeda dari produsen massal yang mengejar volume, Treelogy memilih jalan yang lebih lambat namun penuh niat. Pendekatan regeneratif yang dijalankannya menempatkan kualitas, keadilan, dan kepedulian sebagai inti dari setiap langkah produksi.
ADVERTISEMENT
Tidak sekadar menjual daun kelor atau moringa, inovator pertanian regeneratif ini membangun ekosistem yang menjaga kesuburan tanah, menghormati tenaga kerja lokal, dan melindungi harmoni ekologi Bali.
Filosofi Tri Hita Karana yaitu keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan spiritual menjadi fondasi operasional Treelogy. Prinsip ini tercermin dalam setiap lini proses, mulai dari budidaya, pemberian upah layak, pengolahan produk, hingga kemasan dan pendidikan untuk petani muda.
Salah satu keunikan Treelogy terletak pada proses panen yang sangat presisi. Setiap daun moringa dipetik dan dipisahkan secara manual oleh perempuan lokal, hanya sekitar 65 gram per jam.
Cara tersebut memastikan hasil panen bebas batang dan kaya nutrisi. Setelah itu, daun-deun diproses melalui pengeringan lembut selama 22 jam pada suhu 38 °C metode yang terbukti menjaga warna alami, aroma, serta kandungan fitonutriennya.
Seluruh proses berlangsung di fasilitas berlisensi BPOM milik Treelogy di Bali Timur. Fasilitas ini mengantongi standar ISO, GMP, hingga HACCP, memungkinkan perusahaan menjalankan produksi secara vertikal penuh, dari kebun hingga kapsul jadi.
Treelogy membangun model regeneratif melalui tiga pilar utama yaitu People Care, Earth Care, dan Future Care. Melalui People Care, pekerja menerima upah 36,9% di atas UMR, sebuah langkah yang menegaskan bahwa pertanian adalah profesi terhormat yang layak dihargai.
Earth Care diwujudkan melalui praktik organik seperti kompos alami, penampungan air hujan, dan minimisasi pemadatan tanah. Sementara itu, Future Care hadir dalam bentuk inkubator regeneratif yang membuka pelatihan dan akses alat bagi petani di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






