Jumat, 27 Februari 2026 15:16

KORANMANDALA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperingatkan potensi akibat bibit siklon 97S dan 98S. Meski peluang berkembang kecil, dampak bibit siklon signifikan terhadap hujan dan angin kencang.

Deputi Meteorologi Guswanto menjelaskan, suhu muka laut hangat memperkuat pembentukan awan hujan.

“Dua bibit siklon ini memang berpotensi rendah berkembang tetapi tetap memicu cuaca ekstrem,” ujar Guswanto dalam keterangannya, Minggu (16/11/2025).

Siaga Cuaca Ekstrem! BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Selama Sepekan

Ia mengungkapkan, wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Pulau Jawa terpengaruh dampak hujan lebat. Angin kencang dan gelombang tinggi juga berpotensi muncul pada beberapa perairan selatan Indonesia.

Dia menambahkan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah. Dampak siklon dapat memicu hujan deras hingga dua hari ke depan.

Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menyebut kelembapan atmosfer mencapai 70–100 persen. Kondisi itu membuat awan hujan lebih mudah terbentuk dalam jumlah besar. Ia mengungkap, beberapa wilayah masuk kategori cuaca ekstrem hingga 16 November.

“Masyarakat harus mewaspadai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” katanya.

BMKG meminta seluruh pihak meningkatkan koordinasi mitigasi bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan dini diperlukan agar risiko dampak cuaca ekstrem dapat ditekan selama periode rawan ini.

Koranmandala.com

Exit mobile version