ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Jaksa Paris Laure Beccuau pada Sabtu (1/11/2025) mengumumkan dua tersangka baru telah didakwa sehubungan dengan perampokan Louvre, hampir dua pekan setelah aksi pencurian tersebut.
Kedua tersangka adalah seorang pria berusia 37 tahun dan wanita berusia 38 tahun. Pria tersebut diduga merupakan bagian dari komplotan yang melakukan aksi pencurian itu dan menghadapi tuntutan atas aksi pencurian terorganisasi dan konspirasi kriminal. Sementara itu, si wanita menghadapi tuntutan atas keterlibatan dalam aksi kejahatan tersebut.
Keduanya telah ditahan dan membantah tuduhan itu. Tiga orang lainnya di antara lima orang yang telah ditangkap pada Rabu (29/10) malam waktu setempat telah dibebaskan tanpa dakwaan pada tahap ini, kata kantor kejaksaan Paris.
ADVERTISEMENT
Pencurian Museum Louvre, Dugaan Pencurian Permata yang Terorganisir dan Terencana
Keputusan ini menambah jumlah orang yang telah didakwa secara resmi sejak penyelidikan dimulai menjadi empat tersangka. Dua tersangka pertama yang didakwa dalam kasus ini telah mengakui secara parsial keterlibatan mereka.
Barang yang dicuri, yaitu koleksi perhiasan kerajaan senilai 88 juta euro atau setara 102 juta dolar AS, masih belum ditemukan. Pihak berwenang belum mengesampingkan kemungkinan perhiasan-perhiasan tersebut mungkin telah dipecah-pecah agar bisa dijual kembali secara ilegal di luar negeri.
“Ada beberapa hipotesis mengenai barang-barang tersebut, termasuk bahwa barang-barang tersebut telah dijual ke luar negeri. Namun, saya tetap yakin kami akan menemukannya,” ujar Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez, dikutip dari surat kabar Le Parisien.
Sedangkan, Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati menyoroti “sikap menyepelekan yang bersifat struktural dan kronis terhadap risiko penyusupan dan pencurian” di Louvre selama lebih dari 20 tahun. Dia mengumumkan rencana darurat untuk memperkuat keamanan sebelum akhir tahun, termasuk pemasangan penghalang anti penyusupan baru dan penyempurnaan sistem alarm serta pengawasan video.
Direktur museum, Laurence des Cars, mengajukan pengunduran diri setelah perampokan Louvre, namun ditolak otoritas berwenang.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






