KORAN MANDALA –Kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta segera memasuki babak pergantian kepemimpinan. Anne Ratna Mustika memastikan tidak akan kembali maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang dan mendorong kader muda mengambil peran lebih besar di tubuh partai.
Namun, regenerasi yang diharapkan itu masih dibayangi ketidakpastian jadwal Musda. Hingga Selasa (20/10/2026), waktu pelaksanaan forum yang akan menentukan nakhoda baru Golkar Purwakarta tersebut belum dipastikan.
Anne menyampaikan sikapnya seusai menghadiri rangkaian peringatan hari ulang tahun Partai Golkar di Kantor DPD Golkar Purwakarta. Ia berharap Musda segera digelar agar proses pergantian kepemimpinan tidak kembali berlarut-larut.
ADVERTISEMENT
Polres Purwakarta Razia Lokasi Rawan Narkoba, Tes Urine Digelar untuk Perkuat Pengawasan
Bagi Anne, Musda kali ini juga memiliki arti tersendiri karena ia ingin penyelenggaraannya kembali berlangsung di Purwakarta. Menurut dia, tiga Musda sebelumnya berturut-turut digelar di luar daerah.
“Setelah tiga kali Musda berturut-turut, kita selalu melaksanakan di luar Purwakarta. Saya kemarin sudah komitmen, kita harus dilaksanakan di rumah kita di Purwakarta,” ujar Anne.
Kepastian pelaksanaan Musda masih menunggu penjadwalan dan kesediaan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Muttaqien Syafiuddin.
Di tengah belum jelasnya jadwal tersebut, Anne menegaskan tidak ingin kembali mencalonkan diri. Ia berharap kesempatan memimpin partai dapat diberikan kepada generasi berikutnya, sehingga regenerasi tidak berhenti sebagai wacana.
“Saya sampaikan, ini adalah HUT terakhir saya di Purwakarta. Sebelumnya saya mohon izin dan mohon maaf bila banyak kekurangan selama saya menjadi Ketua DPD Golkar Purwakarta,” katanya.
Anne mengungkapkan, masa kepemimpinannya yang semula diperkirakan berlangsung sekitar satu setengah tahun kini mendekati tiga tahun. Situasi itu menjadi salah satu alasan ia meminta agar Musda segera dilaksanakan.
“Jangan sampai nanti saya diperpanjang lagi. Ini mohon bantuannya teman-teman, supaya segera kita harus menggelar Musda,” ucapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan Golkar Purwakarta pada fase penting: menentukan arah regenerasi dan memilih figur yang mampu menjaga soliditas internal partai. Meski Anne telah menyatakan tidak akan kembali maju, persaingan menuju kursi ketua baru masih menunggu mekanisme dan jadwal resmi Musda.
Bagi kader muda, momentum ini membuka peluang untuk tampil dalam kepemimpinan partai. Namun, pergantian figur saja tidak cukup. Ketua terpilih nantinya dituntut membangun konsolidasi organisasi, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, dan memastikan Golkar tetap relevan dalam menjawab persoalan warga.
Kini, perhatian kader tertuju pada kepastian Musda. Selain menentukan siapa pengganti Anne, forum tersebut akan menjadi ujian bagi komitmen Golkar Purwakarta dalam menjalankan regenerasi kepemimpinan secara nyata.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






