KORANMANDALA.COM –Peta persaingan menuju kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung mulai mengerucut dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Minggu (12/4/2026). Sebanyak tujuh nama resmi diusulkan untuk memimpin partai tersebut, dengan empat di antaranya merupakan anggota DPRD Kota Bandung.
Keempat legislator yang masuk dalam bursa calon ketua itu adalah AA Abdul Rozak, Indri Rindani, Soni Daniswara, dan Mochamad Ulan Surlan. Selain itu, nama petahana Erwin juga turut diusulkan, bersama dua kandidat dari unsur DPW PKB Jawa Barat, yakni Jajang Jamaludin wakil sekretaris DPW PKB Jawa Barat, dan Unjang as’ari wakil ketua DPW PKB Jabar.
Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, memastikan seluruh rangkaian Muscab berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia menyebut penjaringan nama dilakukan melalui mekanisme internal partai dengan melibatkan rekomendasi dari tingkat DPC maupun DPW, yang selanjutnya akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB untuk diputuskan.
“Alhamdulillah hari ini proses berjalan lancar, mulus. Ada tujuh nama yang diusulkan, baik dari DPC maupun DPW, yang nanti akan digodok di DPP. Siapapun yang terpilih, mudah-mudahan bisa membuat PKB Kota Bandung semakin besar, semakin jaya, dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Erwin.
Munculnya empat anggota DPRD Kota Bandung dalam bursa calon ketua dinilai menjadi sinyal kuat bahwa PKB tengah mendorong figur-figur yang memiliki pengalaman politik dan kedekatan langsung dengan masyarakat. Modal elektoral yang dimiliki para legislator tersebut dianggap menjadi kekuatan penting untuk memperkuat mesin partai menghadapi kontestasi politik ke depan.
Erwin yang telah menjabat selama tiga periode atau sekitar 15 tahun juga menyinggung pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh PKB Kota Bandung. Ia menekankan bahwa tantangan politik ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan dominasi pemilih dari kalangan generasi muda.
“Di 2029 nanti sekitar 60 persen pemilih adalah milenial. Maka kader PKB harus tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh secara sosial, berakar secara kultural, serta memiliki akhlakul karimah dan spirit ibadah yang tinggi,” katanya.
Dalam kontestasi internal tersebut, Erwin menegaskan dirinya bersikap netral dan tidak memihak kepada kandidat manapun. Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh kader untuk tetap solid dan mendukung siapapun yang nantinya ditetapkan oleh DPP PKB sebagai Ketua DPC Kota Bandung.
“Saya hanya mendukung proses. Siapapun yang nanti terpilih, saya instruksikan semua kader untuk solid dan mendukung penuh keputusan DPP,” tegasnya.
Dengan munculnya tujuh nama kandidat, dinamika internal PKB Kota Bandung dipastikan akan semakin menarik. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan DPP PKB yang akan mempertimbangkan berbagai aspek strategis sebelum menetapkan pemimpin definitif untuk periode 2026-2031.
