KORANMANDALA.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menyoroti persoalan infrastruktur desa di Kabupaten Indramayu yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Ono saat melaksanakan Reses II Tahun Sidang 2025/2026. Ia menyebut, banyak warga menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan desa, saluran irigasi, hingga persoalan jalan nasional yang belum tuntas.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Masa Cuti, Yudha Puja Turnawan Gelar Donor Darah untuk Bantu Stok PMI Garut
Ia mencontohkan kondisi di Desa Lanjan yang secara geografis tergolong terpencil, meski berada dekat jalur utama pantai utara. Menurutnya, kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi belum diimbangi dengan infrastruktur yang memadai, khususnya jalan desa.
Selain itu, Ono juga menyoroti kondisi saluran irigasi yang belum optimal. Pada musim hujan, saluran tersebut justru memicu banjir di sejumlah titik dan mengancam lahan pertanian warga.
“Genangan air berpotensi menyebabkan gagal panen dan berdampak pada pendapatan petani,” katanya.
Untuk itu, ia memastikan akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
Tak hanya itu, Ono juga menyinggung persoalan ganti rugi pelebaran jalan nasional di Kecamatan Lohbener yang belum tuntas sejak 2007. Ia menegaskan akan terus mendorong penyelesaian melalui komunikasi dengan pihak terkait.
“Kami akan perjuangkan agar ada solusi terbaik bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Ono menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
