KORANMANDALA.COM – Menjelang libur panjang Idulfitri 2026, isu keamanan di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Garut kembali menjadi perhatian. Apalagi, kawasan wisata pantai selatan Garut belakangan sempat viral di media sosial akibat sejumlah peristiwa yang dinilai meresahkan wisatawan.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Ghea Aprilia, menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan keamanan di kawasan wisata guna menjaga kepercayaan pengunjung sekaligus mendorong sektor pariwisata tetap berkembang.
Kabupaten Garut sendiri dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat, terutama karena kekayaan wisata alamnya, mulai dari pegunungan hingga deretan pantai di wilayah selatan seperti Sayang Heulang, Santolo, hingga Rancabuaya.
Preview Laga Borneo FC vs Persib Bandung : Adu Taktik Kedua Tim Papan Atas
Ghea yang duduk di Komisi III DPRD Garut, yang salah satu mitra kerjanya adalah Dinas Pariwisata, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.
“Saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan di Komisi III yang bermitra dengan Dinas Pariwisata tentu mengikuti perkembangan pariwisata saat ini,” kata Ghea kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, dapat meningkatkan pengawasan di kawasan wisata, terutama menjelang lonjakan kunjungan saat libur Lebaran.
“Mengingat Idulfitri akan segera tiba, saya berharap Dinas Pariwisata dapat lebih mengawasi dan menertibkan aktivitas masyarakat di kawasan wisata,” ujarnya.
Selain itu, Ghea juga menilai perlu adanya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat kepolisian, untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas menuju kawasan wisata.
Menurutnya, beberapa destinasi wisata populer di Garut Selatan seperti Pantai Sayang Heulang, Santolo, Rancabuaya, hingga kawasan Darajat Pass kerap mengalami kemacetan, terutama saat musim liburan.
“Perlu ada kerja sama dengan kepolisian setempat untuk mengatur lalu lintas. Di beberapa jalur menuju objek wisata seperti Sayang Heulang, Santolo, dan Rancabuaya sering terjadi kemacetan, apalagi kondisi jalannya juga cukup ekstrem,” katanya.
Ia juga mengimbau para wisatawan yang akan berkunjung ke Garut saat libur Lebaran agar tetap berhati-hati selama perjalanan.
Terkait viralnya isu keamanan di kawasan wisata pantai selatan, Ghea meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertugas di lapangan agar lebih aktif melakukan pengawasan dan menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar.
“Saya menekankan kepada UPT yang ada di Kabupaten Garut agar lebih mengawasi kondisi di lapangan dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang meresahkan,” tegasnya.
Selain mendorong pengawasan dari pemerintah, Ghea mengaku juga rutin menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha kecil di kawasan wisata, termasuk pedagang lokal.
Ia berharap para pedagang dan masyarakat setempat turut menjaga kenyamanan wisatawan agar citra pariwisata Garut tetap positif.
“Saya juga sering berkomunikasi dengan pedagang kecil di wilayah dapil saya, di Singajaya. Kami sama-sama berharap para wisatawan yang datang merasa nyaman dan tidak kapok untuk kembali berkunjung ke Garut,” pungkasnya.
