KORANMANDALA.COM –Bojongloa Kaler tercatat sebagai kecamatan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Kota Bandung. Fakta ini menjadi sorotan serius karena menunjukkan persoalan kesejahteraan yang belum terselesaikan secara mendasar.
Anggota DPRD Kota Bandung H. Soni Daniswara mengungkapkan, berdasarkan data Laci RW (Layanan Catatan dan Informasi Rukun Warga), Bojongloa Kaler berada di peringkat pertama wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi.
“Dari data ini, harus menjadi perhatian kita semua. Upaya dan ikhtiar supaya bisa keluar dari zona tersebut,” ujarnya.
Jadwal Buka Puasa Bandung 4 Ramadhan: Menata Ulang Frekuensi Batin
Status sebagai kecamatan termiskin bukan sekadar angka statistik. Kondisi tersebut mencerminkan persoalan struktural, mulai dari rendahnya pendapatan warga, terbatasnya akses pekerjaan yang layak, hingga persoalan pendidikan dan kualitas lingkungan permukiman.
Situasi ini memunculkan pertanyaan krusial: sejauh mana kebijakan Pemerintah Kota Bandung selama ini benar-benar menyentuh akar persoalan kemiskinan di Bojongloa Kaler? Apakah program pengentasan kemiskinan telah tepat sasaran dan berkelanjutan?
Sejumlah gagasan penguatan ekonomi warga sempat disampaikan, mulai dari pengembangan potensi kawasan hingga penguatan UMKM melalui pelatihan keterampilan. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada implementasi yang konsisten, pendampingan jangka panjang, akses permodalan, serta jaminan pasar bagi produk warga.
Tanpa skema yang terukur dan berbasis data, program pemberdayaan berisiko berhenti pada kegiatan administratif tanpa dampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan.
DPRD Kota Bandung menyatakan akan mengawal berbagai usulan program pembangunan. Meski demikian, komitmen tersebut akan diuji pada tahap penganggaran dan realisasi di lapangan. Keberpihakan terhadap kecamatan dengan tingkat kemiskinan tertinggi seharusnya tercermin dalam alokasi anggaran yang proporsional dan kebijakan yang fokus pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan warga.
Dengan predikat sebagai kecamatan termiskin di Kota Bandung, Bojongloa Kaler semestinya menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kota. Warga membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar wacana, untuk keluar dari lingkaran kemiskinan yang selama ini membelit wilayah tersebut.
