ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Syahlevi Erwin Apandi, mengajak para siswa memanfaatkan momentum libur Ramadhan dengan kegiatan yang produktif dan bernilai positif.
Menurut Syahlevi, bulan suci Ramadhan bukan sekadar waktu untuk beristirahat dari aktivitas sekolah, tetapi juga kesempatan membangun karakter, memperkuat spiritualitas, serta meningkatkan kualitas diri generasi muda.
“Ramadhan ini bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Ini momentum pembentukan karakter. Siswa harus bisa memanfaatkan waktu libur untuk hal-hal yang membangun, baik secara akademik maupun spiritual,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (18/2/2026).
ADVERTISEMENT
Syahlevi menilai, di tengah tantangan era digital dan derasnya arus media sosial, siswa rentan menghabiskan waktu secara tidak produktif jika tidak diarahkan dengan baik. Karena itu, peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membimbing anak-anak selama libur Ramadhan.
Ia mendorong siswa untuk mengisi waktu dengan kegiatan seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti pesantren kilat, memperdalam ilmu agama, hingga mengembangkan keterampilan pribadi.
“Gunakan Ramadhan untuk memperbaiki diri. Ikut kegiatan sosial, bantu orang tua di rumah, atau belajar hal baru yang bermanfaat. Jangan sampai libur justru dihabiskan untuk aktivitas yang kurang produktif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syahlevi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan suasana Ramadhan yang edukatif bagi pelajar.
Ia berharap sekolah-sekolah tetap memberikan panduan kegiatan selama libur, sehingga siswa memiliki arah yang jelas dalam memanfaatkan waktu.
“Pemerintah dan lembaga pendidikan harus hadir memberikan arahan. Tapi yang paling utama adalah keluarga. Dari rumahlah pembentukan karakter itu dimulai,” katanya.
Politisi muda tersebut juga mengingatkan agar siswa menjauhi aktivitas negatif selama Ramadhan, seperti nongkrong hingga larut malam tanpa tujuan jelas atau terlibat dalam perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Menurutnya, generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga kualitas moral dan intelektualnya.
“Ramadhan adalah bulan pendidikan. Kalau generasi muda mampu memanfaatkannya dengan baik, maka kita sedang menyiapkan masa depan bangsa yang lebih kuat,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





