ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota DPRD Kota Bandung dari Dapil 3, AA Abdul Rozak, menegaskan pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Arcamanik sebagai fondasi utama penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bandung Tahun 2027.
Hal itu disampaikan Rozak saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Arcamanik yang digelar di Hotel Metro Indah Mall, Kota Bandung. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, serta perwakilan masyarakat dari empat kelurahan di Arcamanik.
Rozak yang juga merupakan Ketua Fraksi PKB Kota Bandung menyebutkan, dari informasi yang diterima bahwa seluruh usulan Musrenbang tahun sebelumnya berhasil direalisasikan secara penuh.
ADVERTISEMENT
Risiko di Balik Fenomena Kosan Transit Bandung: Antara Mobilitas Tinggi dan Kualitas Kesehatan Ruang
“Pak Camat menyampaikan bahwa Musrenbang tahun kemarin realisasinya 100 persen terserap. Ini penting sebagai indikator bahwa proses perencanaan dari bawah benar-benar dijalankan dan tidak berhenti di atas kertas,” kata Rozak.
Ia menjelaskan, Musrenbang kecamatan merupakan mata rantai dari proses perencanaan partisipatif yang dimulai dari rembuk warga di tingkat RW, dilanjutkan ke Musrenbang kelurahan, hingga kecamatan, sebelum akhirnya dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Bandung.
Dari hasil Musrenbang Kecamatan Arcamanik, empat kelurahan mengajukan usulan anggaran untuk RKPD 2027 dengan total nilai sekitar Rp4,4 miliar. Rata-rata setiap kelurahan mengajukan anggaran lebih dari Rp1 miliar.
“Kelurahan dengan jumlah RW paling banyak mengajukan sekitar Rp1,1 miliar, sementara kelurahan lainnya berkisar di angka satu miliar lebih. Total keseluruhan usulan kecamatan sekitar Rp4,4 miliar,” ujarnya.

Rozak menambahkan, mayoritas usulan tersebut difokuskan pada optimalisasi infrastruktur, pelayanan kesehatan, penguatan sosial masyarakat, serta pengembangan ekonomi. Fokus itu, kata dia, sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Bandung yang menempatkan Bandung sebagai salah satu dari lima kota destinasi wisata utama di Indonesia.
“Kota Bandung ini kota rujukan wisata. Maka infrastruktur, estetika kota, dan layanan publik harus disiapkan dengan serius. Ini juga sejalan dengan arahan Presiden dalam Rakornas kemarin, yang menekankan penanganan sampah dan penataan kota agar tidak semrawut,” jelasnya.
Ia menilai, posisi Bandung yang mudah diakses dari Jakarta termasuk dengan kereta cepat yang hanya ditempuh sekitar 45 menit menjadi peluang besar yang harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan tata kota yang baik.
“Bandung punya banyak ikon wisata, mulai dari Masjid Al-Jabbar, kawasan Asia Afrika, Braga, hingga bangunan heritage. Tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat menyiapkan perangkat kotanya. Kecamatan Arcamanik tentu harus ikut mendukung arah kebijakan ini,” tegas Rozak.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






