Sabtu, 28 Februari 2026 15:46

KORANMANDALA.COM –Syaiful Huda kembali terpilih sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa () Jawa Barat untuk periode 2026-2031, ini menjadi periode ketiga Syaiful Huda memimpin PKB di Jawa Barat.

Selama memimpin PKB Syaiful huda mencatatkan sejumlah capaian signifikan dalam peta politik elektoral di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.

Di bawah kendalinya, PKB Jawa Barat menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, baik dalam perolehan kursi legislatif maupun keberhasilan merebut jabatan kepala daerah.

Fraksi PKB Kota Bandung BADAMI Edisi 04/Desember 2025

Mengusung semangat “Gerakan Tradisi, Jaga Kehormatan, Rebut Kemenangan”, Syaiful Huda menempatkan konsolidasi struktural dan penguatan basis kader sebagai fondasi utama kerja politik PKB di Jawa Barat. Strategi tersebut dinilai berhasil memperkuat mesin partai hingga ke tingkat akar rumput.

Salah satu indikator paling nyata dari kepemimpinan Syaiful Huda terlihat dari lonjakan hasil PKB Jawa Barat pada Pemilu 2024 dibandingkan Pemilu 2019.

Pada Pemilu 2019, PKB Jawa Barat mencatatkan perolehan:

DPR RI Dapil Jawa Barat: 8 kursi

DPRD Provinsi Jawa Barat: 12 kursi

DPRD Kabupaten/Kota: 121 kursi

Kepala daerah: 1 kabupaten/kota

Sementara pada Pemilu 2024, capaian tersebut meningkat signifikan menjadi:

DPR RI Dapil Jawa Barat: 13 kursi

DPRD Provinsi Jawa Barat: 15 kursi

DPRD Kabupaten/Kota: 162 kursi

Kepala daerah: 7 kabupaten/kota

Kenaikan tersebut menegaskan efektivitas strategi politik DPW PKB Jawa Barat, mulai dari rekrutmen calon legislatif yang kompetitif, pemetaan daerah pemilihan yang lebih presisi, hingga penguatan kerja kolektif mesin partai.

Sekretaris DPC PKB Kota Bandung, , menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari fokus Syaiful Huda dalam membangun struktur partai yang solid dan berkelanjutan.

“Di bawah kepemimpinan Kang Syaiful Huda, konsolidasi partai berjalan sangat sistematis. Struktur dari DPW hingga ranting digerakkan secara aktif, bukan hanya menjelang pemilu, tetapi terus-menerus,” ujar AA Abdul Rozak

AA Abdul Rozak juga melihat gaya kepemimpinan Syaiful Huda yang dinilai inklusif dan kolektif. Menurutnya, ruang kaderisasi dibuka luas bagi generasi muda tanpa mengabaikan peran kader senior.

“Kepemimpinan beliau sangat kolektif. Kader muda diberi ruang untuk tampil, sementara soliditas internal tetap terjaga. Ini penting untuk keberlanjutan partai,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, PKB Jawa Barat kini menempati posisi strategis sebagai salah satu lumbung suara utama PKB di tingkat nasional. Menatap periode 2026–2031, raihan ini menjadi modal politik yang kuat bagi PKB Jawa Barat untuk melanjutkan agenda konsolidasi serta memperluas pengaruh politiknya di masa mendatang.

Koranmandala.com

Exit mobile version