ADVERTISEMENT
Ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berani keluar dari pola government as usual. Menurutnya, kompleksitas persoalan Kota Bandung tidak bisa diselesaikan hanya dengan rutinitas birokrasi dan kegiatan simbolik.
Kota ini membutuhkan pemimpin yang tegas menentukan prioritas, konsisten menjalankan kebijakan, serta berani melakukan koreksi ketika kebijakan tidak berjalan efektif.
Di sisi lain, DPRD ditegaskan memiliki peran strategis sebagai pengawal aspirasi publik dan penjaga kualitas kebijakan. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah dan DPRD tidak bisa bekerja sendiri.
ADVERTISEMENT
Dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan warga harus dilibatkan secara nyata sebagai bagian dari solusi. Kolaborasi, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai jargon, tetapi harus diwujudkan dalam kerja konkret dengan pembagian peran yang jelas.
Partisipasi publik juga dinilai perlu dimaknai lebih dalam. Keterlibatan warga tidak boleh berhenti pada formalitas forum perencanaan, melainkan harus mencakup peran aktif dalam pengawasan dan evaluasi kebijakan.
Warga berhak mengetahui ke mana uang publik digunakan dan sejauh mana dampaknya bagi kehidupan mereka.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal pembangunan yang sangat mahal. Kepercayaan tidak bisa diminta, tetapi harus dibangun melalui transparansi, konsistensi kebijakan, dan keberanian mengakui kekurangan. Tanpa kepercayaan, program sebaik apa pun akan sulit berjalan efektif.
Menatap ke depan, DPRD mendorong agar pembangunan Kota Bandung diarahkan pada prinsip humanis, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Kebijakan hari ini, kata dia, akan menentukan kualitas hidup generasi mendatang. Karena itu, keberlanjutan lingkungan, inklusivitas sosial, dan daya saing jangka panjang harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.
Refleksi akhir tahun ini ditegaskan bukan sekadar kritik, melainkan ajakan moral bagi seluruh elemen kota. Pemerintah diharapkan memimpin dengan keberanian dan integritas, DPRD mengawal dengan sikap kritis, dan warga menjaga serta mengingatkan.
Menurutnya, Bandung yang lebih baik hanya bisa lahir dari kerja bersama, bukan kerja sendiri, dengan harapan dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama menuju kota yang lebih adil dan bermartabat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






