ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Menjelang akhir tahun, DPRD Kota Bandung melontarkan refleksi tajam terhadap arah pembangunan kota yang dinilai masih belum menyentuh akar persoalan warga.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS menegaskan, evaluasi akhir tahun seharusnya menjadi momentum berani untuk mengoreksi kebijakan, bukan sekadar rutinitas laporan administratif.
Menurutnya, Kota Bandung tengah menghadapi persoalan klasik yang terus berulang, mulai dari sampah, kemacetan, banjir, pengangguran, kemiskinan, hingga ketimpangan pelayanan publik.
ADVERTISEMENT
Ini Jadwal Persib di Bulan Januari : Fase Krusial Penentu Arah Kompetisi
Masalah-masalah tersebut dinilai bukan bersifat insidental, melainkan struktural dan saling terkait satu sama lain. Karena itu, pendekatan parsial dan solusi tambal sulam dinilai tidak akan pernah cukup.
Ia menekankan bahwa Bandung bukan hanya milik pemerintah, melainkan milik seluruh warganya. Setiap persoalan kota harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama, namun pemerintah tetap memegang peran kunci dalam menentukan arah kebijakan.
Tanpa keberanian membaca persoalan secara utuh dan jujur, kebijakan yang lahir hanya akan berputar pada rutinitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Ukuran keberhasilan pembangunan kota, kata dia, tidak seharusnya dilihat dari banyaknya program atau kegiatan seremonial, melainkan dari dampak langsung yang dirasakan warga.
Pertanyaan paling mendasar yang perlu dijawab adalah apakah hidup warga menjadi lebih mudah, biaya hidup lebih terjangkau, dan layanan publik semakin adil serta merata. Jika jawabannya belum memuaskan, maka koreksi kebijakan merupakan sebuah keniscayaan.
Dalam konteks tersebut, anggaran menjadi instrumen paling menentukan. APBD tidak boleh dipahami sekadar dokumen teknis, melainkan cermin keberpihakan politik pemerintah daerah.
Dari komposisi anggaran, publik bisa membaca masalah apa yang dianggap penting dan siapa yang benar-benar diprioritaskan.
Ia mengingatkan, tanpa keberanian mengarahkan anggaran pada penyelesaian masalah mendasar dan investasi jangka panjang, APBD hanya akan terjebak pada pola rutin yang minim dampak.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






