KORANMANDALA.COM – Pelestarian budaya lokal dinilai sebagai kunci menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat karakter generasi muda. Pandangan ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Toto Suharto, saat menggelar kegiatan reses di Desa Japara, Kabupaten Kuningan, Jumat (5/12/2025).
Dalam reses bertajuk “DPRD Mengabdi dalam Sapa Warga Berbasis Budaya”, Toto menegaskan pentingnya mengenalkan kembali budaya leluhur kepada anak muda agar tidak tergerus zaman.
“Kita harus mengenalkan budaya lokal agar generasi muda bisa melestarikannya secara turun-temurun bagi anak cucu kita,” ujar politisi PAN asal Kuningan tersebut.
Ayahanda Bupati Kuningan Wafat, PKB Kehilangan Salah Satu Tokoh Pendiri
Menurut Toto, reses berbasis budaya yang diinisiasi DPRD Jawa Barat menjadi langkah strategis untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni daerah agar tetap produktif.
Selain soal kebudayaan, Toto memastikan seluruh aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga persoalan sosial lainnya akan ditampung dan dibahas di tingkat DPRD. Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan perwakilan Kabupaten Kuningan di DPRD Jabar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah.
Toto menjelaskan bahwa dirinya bertanggung jawab terhadap pembangunan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) XIII yang meliputi Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar.
“Dapil XIII merupakan tanggung jawab saya untuk mendorong program pembangunan di berbagai bidang,” ungkapnya.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Toto berharap pelaksanaannya bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Ia menilai pelaku UMKM di Desa Japara dapat berkembang melalui Koperasi Merah Putih (KMP) sehingga perputaran ekonomi lokal semakin baik.
Sementara itu, Camat Japara, Iman Firmansyah, mengapresiasi kegiatan reses tersebut.
“Kami dari pihak pemerintah siap berkolaborasi dalam mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Diharapkan kegiatan reses ini dapat kembali menghidupkan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah,” kata Iman.
(Hendra Purnama)
