ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKB, Muhammad Syahlevi Erwin Apandi, menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) harus dimanfaatkan secara optimal sebagai penopang kebutuhan pendidikan anak-anak, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah.
Dia menyoroti bahwa masih banyak orang tua yang belum memahami cara memanfaatkan PIP secara tepat akibat kurangnya informasi dan kesalahan administratif.
Syahlevi menjelaskan bahwa sebagian besar orang tua yang hadir dalam sosialisasi PIP merupakan wali murid SD yang ingin memastikan bantuan pendidikan tersebut benar-benar bisa digunakan.
ADVERTISEMENT
Muhamad Syahlevi: Zero Bullying Harus Jadi Gerakan Nyata di Setiap Sekolah Bandung
Menurutnya, pemanfaatan PIP tidak hanya sebatas pada pencairan dana, tetapi juga harus diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan anak mulai dari pembelian perlengkapan sekolah hingga penunjang kegiatan belajar.
“PIP ini tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan. Jadi harus benar-benar dipakai untuk kebutuhan sekolah anak-anak, bukan yang lain. Banyak orang tua yang belum memahami detail pemanfaatannya, sehingga perlu dijelaskan lagi,” ungkap Syahlevi.
Ia menambahkan bahwa beberapa warga mengeluhkan beasiswa yang seharusnya diterima namun belum cair akibat kesalahan administrasi.
Menurut Syahlevi, masalah administratif ini tidak hanya menghambat proses penyaluran, tetapi juga membuat anak yang seharusnya mendapatkan dukungan pendidikan justru tertunda dalam menerima manfaatnya.
“Kesalahan administrasi sekecil apa pun bisa membuat beasiswa tidak cair. Karena itu kita tekankan supaya orang tua tertib dan paham prosesnya. Kalau tidak tepat administrasinya, pemanfaatannya pun otomatis terhambat,” katanya.
Salah satu kasus yang ia temui adalah warga yang kehilangan buku rekening PIP sehingga tidak mengetahui cara melanjutkan proses pencairan. Syahlevi langsung memberikan arahan agar pemanfaatan PIP tetap bisa berjalan.
“Bagi yang kehilangan rekening, langkah pertama adalah membuat surat kehilangan di kepolisian. Setelah itu baru bisa membuka rekening baru. Jadi pemanfaatannya tetap bisa dilanjut,” ujarnya.
Syahlevi juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan perluasan sasaran PIP untuk jenjang TK. Menurutnya, langkah tersebut akan semakin memperkuat akses pendidikan sejak usia dini, dengan catatan pemanfaatannya harus tetap tepat sasaran.
“Insya Allah 2026 kita dorong agar TK bisa masuk PIP. Tapi prinsipnya sama: dana ini harus digunakan untuk kepentingan pendidikan. Itu poin terpentingnya,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari PIP adalah memastikan tidak ada anak Bandung yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Karena itu, pemanfaatan beasiswa harus dipastikan benar, cepat, dan menyentuh keluarga yang membutuhkan.
“Yang belum dapat PIP harus segera dapat tahun ini. Ini penting supaya biaya sekolah anak tidak memberatkan keluarga. Pemanfaatannya harus tepat sasaran, tepat waktu, dan benar-benar dipakai untuk pendidikan,” tutupnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






